oleh

LPG 3 Kg Sempat Langka, Robby : Akibat Distribusi Terhambat

NUNUKAN –  Menyikapi laporan kelangkaan dan mahalnya harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) di Kabupaten Nunukan, tim Satuan Tugas (Satgas) langsung melakukan rapat koordinasi di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, Kamis (24/10/2019).

Rapat yang dipimpin Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Nunukan, Robby N. Serang, SH itu untuk meminta keterangan sejumlah instansi bahwa memang benar terjadi kelangkaan LPG 3 Kg.

Usai melakukan rapat kordinasi bersama tim, dilanjutkan dengan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa titik pangkalan di Nunukan dan langsung melihat kondisi di lapangkan.

Baca Juga :  Subsidi Ongkos Angkut Penumpang Tujuan Nunukan-Long Bawan Diluncurkan

Dikatakan Robby N. Serang, memang terjadi hambatan distribusi LPG 3 Kg oleh Pertamina dari Tarakan ke Nunukan. “Insya Allah dalam Minggu ini kembali normal,” kata Robby kepada benuanta.co.id, Kamis (24/10/2019).

Lanjut Robby, pemerintah akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, namun juga memperbaiki sistem. Masyarakat juga harus memahami akan haknya. Di mana LPG 3 kg bersubsidi ini khusus untuk masyarakat tertentu. Yakni untuk menengah ke bawah.

Baca Juga :  76 ASN Pensiun Selama Tahun 2021 di Pemkab Nunukan

Namun hal itu masih sulit untuk diterapkan, bahkan di seluruh Indonesia. Pengguna LPG 3 kg ini tidak hanya orang yang berpenghasilan rendah yang menggunakan, taoi ada warga yang tergolong mampu masih menggunakan elpiji bersubsidi tersebut. “Kita akan berupaya untuk melakukan hal yang terbaik untuk masyarakat,” jelasnya.

Terpisah, Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid menyampaikan, permasalahan saat ini adalah ketersediaan atau kuotanya yang kurang. Karena suplai dari Pertamina Tarakan terbatas, tidak sesuai kouta kepada agen. Sehingga sudah tentu berdampak terhadap kebutuhan masyarakat di Nunukan.

Baca Juga :  Bupati: IKAPTK Mengakselerasi Peran Pemerintah dalam Pembangunan di Nunukan

Pengaruh pasar dengan kondisi ini, ada yang nakal dan memanfaatkan kondisi seperti ini untuk menaikan harga. Namun pekan ini sampai dengan pekan depan dipastikan harga sudah kembali normal. Pertamina akan menyuplai sesuai kebutuhan di Nunukan.

“Pemerintah sudah melakukan komunikasi dengan Pertamina, agar tetap konsisten dengan kuota gas yang diberikan di Nunukan,” tegasnya. (*)

 

Reporter: Darmawan

Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *