oleh

Target 15.000 Sambungan PDAM Gratis Terus Berjalan

Dilakukan Bertahap, dr. Khairul Juga Programkan Long Storage

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan menargetkan, program gratis pemasangan sambungan rumah PDAM akan disesuaikan dengan subsidi pemerintah. Tahun ini, pemerintah telah menyediakan dana sebesar Rp 6 miliiar untuk 3.000 sambungan. Di mana untuk setiap sambungan akan mendapatkan subsidi sebera Rp 2 juta.

Disampaikan Walikota Tarakan, dr. H. Khairul M.Kes, pihaknya menargetkan tahun 2020 ada sekitar 3.000-4.000 lagi sambungan yang dapat direalisasikan. Total saat ini 15.000 rumah yang belum memiliki sambungan PDAM. Sehingga dr. Khairul berharap di tahun ke-5 pemerintahannya, 15.000 tersebut telah tersambung semua. namun tentu akan dilakukan secara bertahap.

“Tahun lalu ada sekitar 18.000 yang belum, dan tahun ini ada 3.000 sambungan yang dibiayai. Kalau langsung dipukul 15.000 sekaligus, akan kerepotan kita. Di samping itu, ada kegiatan lain juga yang harus kita korbankan. Sehingga agar semuanya dapat berjalan dengan ‘balance’, maka kita lakukan secara bertahap,” ucap dr. Khairul.

Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk bersabar menanti proses tersebut dan menunggu gilirannya tiba. Di sisi lain, pemerintah juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengenjot agar pemasangan dapat semakin cepat dilakukan setiap tahunnya.

“Jika nanti ada proyek kita yang multi years itu, di mana bukan PDAM lagi yang pasang tapi kita. Mungkin akan ada sekitar 5.000 sambungan rumah yang dilakukan dan itu dalam rangka untuk mempercepat. Sehingga tidak sampai 5 tahun sudah dapat selesai,” sambungnya.

Ia menambahkan, program pemasangan gratis berlaku untuk semua warga Kota Tarakan, khususnya R3 yang memang dikategorikan industri kecil maupun ke bawah dan juga berlaku untuk sosial. Sementara itu, untuk R4 (rumah-rumah mewah) dan kantor-kantor tidak mendapatkan program tersebut.

“Karena R4 itu jumlahnya tidak terlalu banyak, rata-rata mampu membeli dan sudah hampir tersambung semua. Sedangkan yang jumlahnya banyak itu R3 ke bawah. Untuk rumah-rumah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) masuk dalam program, sedangkan rumah kontrakan tidak termasuk. Karena pemilik kontarakannya adalah orang yang tergolong mampu,” tegas dr. Khairul.

Di samping itu, pemerintah kota juga sedang merancang program pemberdayaan air lainnya untuk masyarakat Tarakan. Salah satunya adalah proyek ‘Long Storage’ (bangunan penahan air yang berfungsi menyimpan air sehingga cadangan air meningkat) untuk PDAM.

Saat ini poyek tersebut masih dalam Detail Engineering Desain (DED) atau Proyek Perencanaan Fisik. Untuk anggaran, proyek ini baru disiapkan di tahun 2020. Namun terkait proyek “Long Storage” tersebut, belum lama ini dr. Khairul telah melakukan peninjauan langsung dan memperhatikan secara khusus saluran air yang berada di depan bandara Juwata. Ia berharap melalui proyek ini, dapat memperpanjang usia penyaluran air kepada masyarakat Tarakan.

“Melalui upaya ‘Recycling’ air yang dibuang dari masyarakat maupun dari air dari alam yang terbuang percuma akan dibendung. Air yang sudah digunakan nantinya dapat dipakai kembali tapi diolah kembali. Biayanya sendiri tidak mahal namun kapasitasnya mampu mencapai satu embung. Sehingga airnya tidak terbuang percuma langsung ke laut,” terang Walikota Khairul.(adv)

 

Reporter : Renaldo Stefan

Editor : M. Yanudin

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed