oleh

Pemkab Nunukan Terus Berupaya Tekan Angka Stunting

NUNUKAN – Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin SH membuka secara resmi Sosialisasi Materi dan Media Komunikasi, Informasi dan Edukasi Pro PN Cegah Stunting di Kabupaten Nunukan, yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Hotel Marvel Nunukan.

Disampaikan Muhammad Amin, Indonesia adalah salah satu negara dengan prevalensi stunting (anak kerdil) tertinggi. Sehingga presiden dan wakil presiden beberapa waktu lalu telah berkomitmen untuk memimpin langsung upaya percepatan penurunan angka prevalensi stunting agar penurunannya dapat terjadi secara merata.

Saat ini ditetapkan 160 kabupaten atau kota untuk dilakukan intervensi penanganan stunting di tahun 2019 yang salah satunya adalah Kabupaten Nunukan. Termasuk 60 kabupaten atau kota tambahan untuk daerah intervensi tahun 2019.

Pemerintah Kabupaten Nunukan telah berkomitmen sesuai misi ke 2 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Nunukan tahun 2016 hingga 2021, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan dasar yang berkeadilan.

“Keterlibatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan, memiliki potensi yang strategis dalam penanganan dan pencegahan stunting, dengan kegiatan sosialisasi yang terus gencar dilakukan oleh berbagai pihak, penanganan pencegahan stunting berikut dengan target-target yang telah ditetapkan akan lebih mudah dicapai,” kata Muhammad, kepada benuanta, Rabu (23/10/2019).

Dengan harapan agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, generasi bangsa yang akan menjadi modal utama dalam pembangunan bangsa dan negara di masa yang akan datang.

Kepala Koordinator Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KBBPK) Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Rusman Efeendy, MM mengatakan, dalam penanganan Stunting ini telah mendapatkan arahan langsung dari presiden dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Akan dimulai dari anak-anak. Selain itu sebelum kelahiran, tidak hanya di masa kehamilan bahkan dalam perencanaan kehamilan. Sehingga akan lahir sumber daya manusia yang berkualitas yang ingin dicapai untuk negara kita menuju Indonesia Emas 100 tahun kedepan,” jelasnya.

Cita-cita tidak akan tercapai jika masalah stunting belum terselesaikan.Stunting berawal dari gagal tumbuh yang disebabkan gizi yang kurang, pola ASI yang salah, dan lingkungan yang kurang sehat.

Di era globalisasi seperti saat ini, anak-anak pasti akan menghadapi persaingan. Sehingga bila stunting tidak dicegah, maka anak-anak akan menghadapi kesulitan menjadi SDM yang berkualitas. (*)

 

Reporter: Darmawan

Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed