oleh

Kuota Pupuk Kurang, Bupati akan Berkoordinasi dengan Pemprov Kaltara

NUNUKAN – Kekurangan pupuk bersubsidi di Nunukan menjadi persoalan klasik. Hal ini diterangkan Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid. “Padahal petani di Nunukan itu banyak. Namun jatah pupuk subsidi tak banyak,” kata Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid kepada benuanta, Rabu 9 Oktober 2019.

Mendengar keluhan bahwa warga Nunukan sulit mendapatkan pupuk bersubsidi, Laura langsung berkoordinasi dengan beberapa pejabat di Dinas Pertanian Nunukan.

Masyarakat di Nunukan berharap dapat pupuk bersubsidi sangat besar. Pertani di Nunukan butuh 50 ribu ton pupuk bersubsidi tiap tahunnya. Namun yang bisa direalisasikan di Nunukan sebanyak 2,33 ribu ton setiap tahun.

Pada bulan lima setiap tahunnya, stok persediaan pupuk sudah habis. Sedangkan bulan enam hingga dua belas itu sudah langka. Menurut Laura, pendistribusian pupun bersubsidi sebenarnya tergantung Privinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ke kabupaten-kabupaten yang membutuhkan.

“Saya akan mengambil langkah untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, bagaimana pupuk yang tidak produktif yang ada di kabupaten di Kaltara bisa dialihkan ke Nunukan. Namun itu membutuhkan surat keputusan (SK) dinas terkait di provinsi,” jelas Laura, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 9 Oktober 2019.

Mengenai hal ini, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia, Basri Lata mengatakan, terjadinya kelangkaan pupuk adalah permasalahan waktu dan jatah per kabupaten.

“Jika pupuk bersubsidi itu tidak cukup, ‘kan bisa ditutupi dengan non subsidi, hanya saja stoknya yang kurang di Nunukan,” jelasnya.(*)

 

Reporter: Darmawan
Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed