oleh

Terapkan e-Parkir, Cegah Premanisme

e-Parkir akan Bantu Kesejahteraan Masyarakat dan Juru Parkir

TARAKAN – Walikota Tarakan, dr. H. Khairul M.Kes melakukan rapat membahas program parkir online atau e-parkir di Tarakan, Selasa 8 Oktober 2019. Disampaikan dr. Khairul, saat ini sudah ada aplikasi dan telah dipaparkan tadi di dalam rapat di ruang Imbaya, Pemkot Tarakan tadi.

“Nanti akan kita sosialisasikan dulu kepada juru parkir dan kepada masyarakat semua. Ada waktu 3 bulan untuk melakukannya dan mudah-mudahan tahun depan bisa diterapkan,” ucap Walikota Khairul kepada benuanta.co id

Sistem parkir online ini ada 2. Yaitu berlangganan dan tidak berlangganan. Untuk yang tidak berlangganan akan tetap memakai porporasi dan biayanya tergolong besar. Sedangkan untuk yang berlangganan akan mengeluarkan biaya yang jauh lebih murah.

“Contoh, kalau sehari kita parkir sekali dan dikenakan seribu rupiah, dalam setahunnya kita sudah mengeluarkan Rp 360 ribu. Sekarang tarif parkir sudah naik, untuk motor Rp 2 ribu dan untuk mobil Rp 5 ribu. Bayangkan berapa banyak pengeluaran kita untuk parkir dalam setahun, belum lagi jika kita parkir lebih dari sekali dalam sehari. Tapi kalau dia berlangganan, mau parkir berapa kalipun dalam sehari, setahun ia hanya mengeluarkan Rp 100 ribu saja,” ujar dr. Khairul.

Sementara itu, terkait pihak-pihak tertentu yang telah menguasai lahan parkir di wilayah Tarakan, dr. Khairul menegaskan pemerintah pasti hadir dan menanganinya, melalui aparat keamanan, Polisi dan TNI. Menurutnya, lahan-lahan parkir harus dikuasai oleh pemerintah, bukannya oleh pihak-pihak non-struktural yang mungkin akan menghambat program Parkir Online pemerintah nantinya.

“Pemerintah harus menguasai lahan-lahan parkir agar mencegah munculnya premanisme di lapangan parkir. Kalau premanisme sudah terjadi, satu kelompok menguasai lahan maupun kelompok yang lain, maka nanti bisa terjadi gesekkan di lapangan. Itulah yang akan menjadi bahaya bagi kota kita dan sangat tidak kita inginkan terjadi,” lanjutnya

Lebih jauh dr. Khairul menuturkan, selama ini para juru parkir (Jukir) berada di bawah binaan Pemkot. Nantinya setelah program parkir online direalisasikan, para jukir akan digaji oleh pemerintah. Ada sekitar 95 Jukir yang akan diberdayakan ntuk menjaga parkir. Bedanya, mereka tetap menjaga parkir namun tidak boleh memungut biaya. Sekalipun dilakukan pemungutan biaya, akan memakai porporasi.

“Kalau menurut kami, mungkin akan bisa dilaksanakan di tahun 2020. Karena pertama, kita harus menyiapkan gaji untuk mereka (Jukir) yang selama tidak digaji dan hanya bagi hasil dari pungutan parkir. Harapan kami, nantinya pendapatan parkir dapat meningkat dengan tajam dan juga kehidupan para Jukir menjadi lebih sejahtera,” sambung dr. Khairul.

Ia menambahkan, untuk mendukung program tersebut, pemerintah merencanakan akan menyediakan kantong-kantong parkir. Salah satunya Pasar Batu Akik di Jalan Yos Sudarso. Di mana pasar tersebut akan dipindahkan ke pusat oleh-oleh di KKMB. Selain itu, akan disediakan kantong-kantong parkir di jalan-jalan yang titik-titik rawan akan kemacetan. “Memang perlu waktu, tentunya harus cepat namun tidak boleh tergesa-gesa,” bebernya.

Walikota memastikan akan ada sosialisasi di kelurahan-kelurahan, selama 3 bulan ini bagaimana penerapan e-parking. Juga akan memberikan baju seragam khusus untuk Jukir. Ia juga memastikan dengan adanya program tersebut dapat menghindari terjadinya kebocoran dan pungutan liar (pungli) di lahan parkir dari pihak-pihak tertentu.

“Harapan kami seluruh masyarakat mendukung program ini bersama-sama. Karena jika parkir diatur dengan baik, konsumen akan terjamin dan terjaga keamanannya. Juru parkirnya juga terjamin kesejahteraannya, bahkan mungkin nanti termasuk kesejahteraan keluarganya,” tutup dr. Khairul.(adv)

 

Reporter : Renaldo Stefan

Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed