oleh

Hanura Lebih Utamakan Kader

Akan Buka Penjaringan Calon Gubernur

NUNUKAN – Siapa bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan mendapatkan bendera Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Utara (Kaltara) masih menjadi perbincangan. Tidak hanya di luar lingkaran Partai Hanura Kaltara, di dalam tubuh partai ini ada sejumlah tokoh yang sekaligus kader terbaik partai yang siap bertarung.

Melihat kondisi ini, politisi muda Partai Hanura Kaltara, Andi Muhammad Akbar mengatakan, siapa pun yang diusung partainya harus benar-benar memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang baik. Selebihnya, kata dia, harus mengikuti keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura di Jakarta.

“Kalau Pilgub, sesuai AD/RT kita, kewenangannya ada di DPP. Saya melihatnya DPP akan membuat peraturan organisasi untuk membuka perekrutan untuk seluruh masyarakat yang berminat maju menggunakan Partai Hanura,” ungkap pria yang akrab disapa Abe ini kepada benuanta.co.id saat ditemui di Kantor DPRD Nunukan, Jumat 4 Oktober 2019.

Baca Juga :  Konsolidasi DPD PAN Mulai Lengkapi Perangkat Mesin Politik di Kaltara  

Dalam proses perekrutan nanti, kata Abe, seluruh masyarakat, baik politisi dan tokoh terbaik di Kaltara bisa mendaftarkan diri. Dari proses ini akan dijaring untuk diseleksi oleh DPP, siapa yang layak mengibarkan bendera Pilgub Kaltara tahun depan. Lantas, kapan proses penjaringan dibuka?

“Belum (dibuka). Masih menunggu instruksi dari DPP. Kita tunggu saja. Momen ini harus sama-sama kita kawal agar mendapatkan calon yang berkualitas dari Partai Hanura,” imbuhnya.

Sejauh ini, ada sejumlah tokoh sekaligus kader terbaik Partai Hanura digadang-gadang bersaing di Pilgub Kaltara tahun 2020. Mereka adalah Wakil Gubernur Kaltara H Udin Hianggio yang saat ini menjabat Dewan Penasihat Partai Hanura Kaltara, Ingkong Ala yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Hanura Kaltara dan H Abdul Hafid Ahmad yang merupakan penasihat DPC Partai Hanura Nunukan. Namun, kata Abe, ketiga tokoh tersebut tetap harus mengikuti proses yang ditetapkan DPP Partai Hanura.

Baca Juga :  Wapres Tegaskan MUI Mitra Pemerintah Berantas Terorisme

“Beliau-beliau juga harus ikut penjaringan. Soal keputusannya siapa (yang dipilih partai) tergantung DPP. Mereka (DPP Partai Hanura) punya survei, mereka ada penilaian-penilaian yang mana yang layak untuk maju di Pilgub,” jelasnya. “Intinya, Hanura pasti akan memilih yang terbaik. Tapi DPP pasti akan mengutamakan kader dulu. Semua partai pasti begitu. Tapi tetap tidak menutup peluang yang lain,” lanjut Wakil Ketua DPRD Kaltara ini.

Baca Juga :  Dapat Restu Pengurus DPD Hanura, Muncul Calon Tunggal Sebagai Ketua DPC

Tak hanya di Pilgub, di panggung Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup), Partai Hanura juga akan melakukan hal yang sama. Abe juga tak memungkiri bahwa partainya sedang dikeker sejumlah tokoh dan politisi lantaran suara Partai Hanura cukup meyakinkan dijadikan perahu di Pilgub dan Pilbup nanti. Namun, Abe menolak berkomentar siapa saja politisi dan tokoh yang sudah merapat ke partainya.

“Soal itu tanyakan Pak Ingkong Ala. Beliau ketua saya. Beliau atasan saya di partai. Beliau pasti banyak didatangi tokoh dan politisi karena kapasitas beliau sebagai pengendali partai di Kaltara,” katanya. (*)

 

Reporter : Sultan

Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *