oleh

Alokasikan Rp 66 Miliar untuk Bangun 3 SMP

TARAKAN – Program pendidikan yang dicanangkan Walikota Tarakan dr. H. Khairul M.Kes, sudah mulai berjalan dan memberi dampak nyata kepada para penuntut ilmu di Tarakan. Salah satunya yaitu jaminan tersedianya anggaran untuk tercapainya 8 tujuan pendidikan nasional, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

Terkait pembangunan fasilitas pendidikan di Tarakan, dr. Khairul selalu memantau langsung proses pembangunan secara rutin. Tujuannya agar dapat diketahui sejauh mana perkembangan pembangunan fasilitas pendidikan di Tarakan. Juga untuk mengetahui secara berkala, apakah ada masalah di lapangan yang menghambat proses pembangunan.

Salah satu proyek pendidikan yang dipantau langsung dr. Khairul adalah lokasi rencana pembangunan gedung SMPN 11 dan SMPN 14. dr. Khairul melakukan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi yang direncanakan akan dibangun gedung kedua sekolah tersebut. Sedangkan untuk gedung SMPN 13, rencananya lokasinya di dekat SMPN 7 Tarakan. Ketiga SMP rencananya akan dibangun di kelurahan yang berbeda-beda.

Baca Juga :  KPAI Kunjungi SDN 051, Kepsek: Kami Sampaikan Apa Adanya

“Kami prioritaskan tanah yang lebih matang untuk dikerjakan, juga yang tidak perlu ditimbun lagi agar tidak memakan waktu dan dana yang lebih besar. Mudah-mudahan bisa dikerjakan tahun ini dan dapat dimulai proses pembangunannya. Harapan kami, tahun depan proyeknya bisa kelar dan mungkin sekolah baru tersebut bisa dimanfaatkan pada penerimaan murid tahun ajaran 2021,” terangnya kepada Benuanta.

Baca Juga :  Optimalisasi Pajak dan Retribusi, Diharapkan Dongkrak PAD Tarakan

Melalui program multiyears, disediakan anggaran pembangunan Rp 22 miliar untuk satu sekolah. Total ada sekitar Rp 66 miliar untuk pembangunan 3 gedung sekolah yang maksimal memiliki 3 lantai. Khairul berharap dari 3 lantai tersebut, terdapat 33 ruang belajar, sehingga memenuhi standar maksimal yang menjadi syarat Kementerian Pendidikan.

“Sejauh ini, tidak ada kendala terkait proyek pembangunan 3 gedung sekolah tersebut. Untuk tenaga pengajarnya sendiri sudah tersedia. Diambil dari rolling beberapa sekolah dan juga rekruitmen tenaga kontrak. Saat ini kegiatan belajar mengajar telah berjalan sejak tahun ajaran 2019/2020. Namun masih berlangsung dengan meminjam gedung sekolah lain,” lanjutnya.

Baca Juga :  Angka Produksi Bawang Merah Tarakan Cukup Tinggi di Kaltara

Pembangunan tiga SMP ini sebagai upaya memenuhi kuota di beberapa daerah di Tarakan. Pasalnya beberapa siswa lulusan SD tidak tertampung di SMP setelah penerapan sistem zonasi pada PPDB beberapa waktu lalu. Selain itu juga sebagai pemerataan pendidikan di setiap daerah di Tarakan.(adv)

 

Reporter : Renaldo Stefan

Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *