oleh

3 Siswa Terbaik Nunukan Ikuti Ajang Forum Pelajar Indonesia Ke–11

NUNUKAN Indonesia Student dan Youth Forum (ISYF) kembali mengadakan Forum Pelajar Indonesia (FPI) ke -11 dengan mengusung tema Kolaborasi Pelajar, dilaksanakan pada 6 hingga 10 November 2019 mendatang di Jakarta.

Forum Pelajar Indonesia, adalah forum tahunan yang melibatkan 250 pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat dari seluruh Indonesia yang mempunyai kapasitas dan integritas.

Selain itu, forum ini juga membuka kesempatan bagi pelajar untuk bertemu dengan para pemegang kebijakan dari berbagai sektor untuk menyampaikan usulan kebijakan yang mendukung kemajuan pelajar di Indonesia.

Diharapkar pelajar yang terpilih dapat memahami hak dan kewajiban sebagai pelajar sehingga menjadi agen perubahan dan duta promosi berbagai kebijakan dalam berbagai bentuk kegiatan positif di daerah masing-masing.

Program ini diselenggarakan oleh ISYF berkolaborasi dengan pemerintah, private sector, berbagai organisasi masyarakat sipil dan media. Berbagai aktivitas akan dilaksanakan antara lain Leaders Panel, Wisdom Talk, Ministerial Speak, Cultural Festival, Meet The CEO, Meet The Leader, Social Action, Inaugurasi, School Exhibition, Opening Ceremony, Culinary Exhibition, Focus Group Discussion, Hi Alumni dan lainnya.

Amalia salah satu siswi berprestasi Asal SMA Negeri 1 Sebatik Tengah mengatakan, sebanyak 250 pelajar tingkat SMA sederajat yang lolos ini diseleksi dari seluruh Indonesia dengan kualifikasi yang telah ditetapkan, yaitu membuat essay sesuai tema yang telah ditentukan, lolos seleksi administrasi (akademik dan non akademik) secara online, membuat video deskripsi diri serta motivasi mengikuti FPI Ke-11 dan video kreatif essay, dapat bekerjasama dengan pelajar dari berbagai latar belakang dan berprestasi secara akademik maupun non akademik serta aktif dalam kegiatan di sekolah.

“Ada beberapa kelengkapan yang harus kami penuhi untuk bisa hadir di Jakarta nantinya. Tentunya selain persiapan juga harus Melengkapi berkas-berkas, mengumpulkan koin pelajar, Persiapan Cultural Performance, Makanan Khas Daerah masing-masing untuk diikutsertakan dalam pameran kuliner Nusantara berdasarkan provinsi masing-masing,” ujarnya.

ISYF memiliki gerakan nasional yaitu Satu Juta Koin Pelajar. Besaran 1 koin Rp 1.000 jadi satu juta koin berarti Rp1 milyar koin pelajar tidak memiliki target, peserta bebas mengumpulkan sebanyak – banyaknya, untuk pengumpulan koin pelajar dilakukan setiap tahun oleh peserta FPI.

Hasil yang sudah terkumpul nantinya akan digunakan untuk membangun sarana/prasarana pendidikan di beberapa wilayah yang paling membutuhkan. Tambah Amell sapaan akrabnya.

Lalu kenapa koin pelajar ini menjadi salah satu syarat? karena ISYF konsep dasar dari koin pelajar itu sendiri adalah dari pelajar untuk pelajar. Jadi ISYF ingin mengajak teman-teman pelajar se-Indonesia untuk turut adil dalam membangun pendidikan yang merata, salah satu caranya melalui gerakan Satu Juta Koin Pelajar.

Saat ini, dalam persiapan untuk kegiatan. Masih banyak persyaratan yang harus dilengkapi dimulai dari berkas-berkas, koin pelajar, untuk cultural perfomance ia juga mengakui sedikit kesulitan karena kondisi yang berjauhan tetapi, dengan kelima temannya tetap tetap berusaha menampilkan yang terbaik untuk Kalimantan Utara.

”Kami sangat berharap dukungan juga datang dari Pemerintah daerah baik itu Kabupaten maupun Provinsi, mengingat kami hadir di Forum Pelajar Indonesia ini bukan sekadar membawa nama baik sekolah masing-masing tetapi juga ikut serta mengharumkan nama daerah. Provinsi Kalimantan Utara,” ungkap Amalia.

Untuk delegasi Provinsi Kalimantan Utara ada 6 Siswa-siswa yang dinilai layak dan berprestasi baik dari segi Akademik dan non akademik. Di antaranya adalah Amalia (SMAN 1 Sebatik Tengah), Saskia Amelia (SMAN 1 Sebatik), Isnaeda (SMAN 1 Sebatik), Andini Aisyah Nur Raoda (SMAN 1 Tarakan), Tiara Meylani Putri (SMAN 1 Tarakan), dan Adinda Putri Ibdaniya (MAN Tarakan).

Ditambahkan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sebatik Tengah Zulkifli S.Pd, sangat mendukung kegiatan semacam ini. Karena selain menambahkan wawasan kepeserta didik tentu juga akan memperkaya pengalaman dalam mencari ilmu.

“Forum ini menarik dan saya mendukung karena dapat menambah wawasan serta pengetahuan bagi siswa sebagai bekal untuk ke depannya ditambah lagi di dalamnya tentu terdapat nilai-nilai positif, sebagai seorang pelajar harus mempunyai inisiatif untuk menimbah ilmu diluar sana bukan hanya sekadar belajar disekolah,” kata Zulkifli kepada benuanta.co.id, Selasa (17/9). (*)

 

Reporter: Darmawan
Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed