oleh

KKN di Perbatasan Berakhir, Mahasiswa Gelar Festival

NUNUKAN – Berakhirnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, namun tak ingin mengakhiri keakraban dan kebersamaan dengan masyarakat Sebatik Barat begitu saja tanpa kesan di hati.

Terhitung sudah 2 bulan KKN Generasi Bakti Negeri (GBN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan ajaran dari Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian Masyarakat  di 3 desa di Kecamatan Sebatik Barat, yaitu Desa Bambangan, Desa Liang Bunyu dan Desa Setabu.

Pengabdian ini berfokus kepada Pendidikan, Pemberdayaan, Agama, dan Teknologi. Dalam setiap aspek yang dibawakan oleh KKN GBN, Saudara Sebatik Project 5 (SSP5) UMY ini memiliki output yang kemudian ditampilkan pada acara besar sekaligus pamitan kepada masyarakat Sebatik Barat, dengan mengadakan festival yang digelar selama 2 hari di Lapangan Bola desa Liang Bunyu.

Dengan pertunjukan seni budaya, perlombaan tumpeng oleh ibu-ibu PKK hingga fashion show dan pemilihan duta Sebatik Barat. Masyarakat pun terlihat antusias mengikuti kegiatan berbagai lomba yang telah disiapkan oleh KKN GBN UMY pada acara Saudara Sebatik Festival. Selain itu antusias masyarakat semakin menambah dengan menyaksikan hiburan yang dilaksanakan para mahasiswa KKN GBN UMY. Gelak tawa dan tingkah menggemaskan yang sangat lucu dari para peserta fashion show hingga moment haru mewarnai malam perpisahan dari KKN GBN UMY.

Selama menjalani KKN kurang lebih dua bulan, tim Komunitas Generasi Bakti Negeri, Saudara Sebatik Project 5 ini berasal dari seluruh pulau di nusantara, mereka mengaku diterima dengan sangat baik oleh masyarakat.

Para mahasiwa itu bahkan merasa sudah dianggap sebagai keluarga sendiri oleh masyarakat. Sehingga meskipun berada jauh dari para orang tuanya, namun mereka merasa seolah memiliki keluarga baru yang selalu membantu dan mendukung segala aktivitasnya. “Tidak heran jika acara malam itu terasa mengharukan,” kata Ketua Generasi Bakti Negeri, Saudara Sebatik Project 5, Muhammad Isa Anshari, Rabu 4 September 2019.

Pulau Sebatik dalam beberapa tahun terakhir ini memang sering dijadikan lokasi KKN dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Mulai dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), hingga Institus Pertanian Bogor (IPB) tercatat pernah melaksanakan KKN di Pulau Sebatik, maupun universitas yang ada di Kalimantan Utara.

Pada tahun ini, giliran Universitas Hasanudin (Unhas), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Borneo Tarakan yang melaksanakan KKN di berbagai kecamatan di Pulau Sebatik. Banyak program dan kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh para peserta KKN, mulai dari program pemberdayaan, edukasi masyarakat, hingga pendampingan usaha kecil dan menengah.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemerintah Kabupaten Nunukan, Hasan Basri menilai para peserta KKN GBN dari UMY telah mampu berbaur bersama masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir menyaksikan acara itu. “Seakan-akan mereka (masyarakat, Red.) ingin mengantar saudaranya yang akan pergi jauh mengejar cita-citanya. Sehingga harus dilepas dengan senang hati dan iringan doa bersama,” ungkap Hasan kepada benuanta.co.

Masyarakat di Kabupaten Nunukan, selalu menerima para mahasiwa dari mana saja yang ingin KKN. Pemerintah bahkan sangat gembira jika ada mahasiswa yang ingin KKN agar para mahasiswa itu tahu kondisi riil  di masyarakat yang ada di perbatasan. Selain itu, mereka pun bisa menerapkan ilmu yang diperolehnya di bangku kuliah kepada masyarakat.

Camat Sebatik Barat, Darwin, yang ikut menutup acara saudara sebatik festival ini mengatakan, secara keseluruhan acara ini sangatlah menarik dan bagus. Ditambah dengan terpilihnya Duta Sebatik Barat sebagai representative dari Kecamatan Sebatik Barat itu sendiri. “Harapannya dengan terpilihnya duta sebatik barat ini mampu mengembangkan potensi-potensi yang ada pada 4 desa di Sebatik Barat,” harapnya.(day)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed