oleh

Kembalikan Fungsi Sungai Selor, Dilakukan Kerja Bakti Massal

TANJUNG SELOR – Dengan kondisi Sungai Selor dan Sungai Buaya dipenuhi oleh tumbuhan eceng gondok, membuat aliran airnya tidak lancar bahkan sudah tertutup dan dangkal. Sejak pagi, Selasa 3 September, masyarakat bersama pemerintah serta dari personel kepolisian dan TNI, berkumpul untuk melaksanakan kerja bakti missal, melakukan pembersihan eceng gondok yang membludak di kedua sungai itu.

“Jadi hari ini Gerakan Indonesia Bersih, yakni melaksanakan kerja bakti massal,” ungkap Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Dir Binmas Polda Kaltara, Kombes Pol Moh. Yamin Sumitra kepada Benuanta.co.id, Selasa 3 September 2019.

Atas dasar inisiatif dari komunitas peduli lingkungan, lalu dari Polda Kaltara di akomodir oleh Wakapolda Kaltara, Kombes Pol Zainal Arifin Paliwang. Maka kerja bakti massal itu diikuti setidaknya kurang lebih 1000 orang, yang tersebar di beberapa titik di atas Sungai Selor dan Sungai Buaya yang terletak di wilayah Kelurahan Tanjung Selor Hilir dan di Kelurahan Tanjung Selor Hulu itu.

“Yang terlibat dalam kerja bakti ini ada dari personel TNI Polri, masyarakat, pemerintah dan komunitas,” ucapnya.

Kata dia, tujuan dari pembersihan gulma air ini sendiri, supaya fungsi sungai yang selama ini tersendat kembali berfungsi dan mengalir. Pasalnya selama ini permukaannya semakin dangkal, padahal dulunya dijadikan sebagai alur transportasi masyarakat.

“Jadi ada unit perahu masyarakat yang terlibat, 16 perahu di bawah Jembatan Meranti yang berada hilir dan 50 perahu yang hulu,” sebutnya.

“Ada 4 tujuan prinsip kerja bakti massal pembersihan eceng gondok ini, pertama mengembalikan dan memaksimalkan fungsi kedua sungai ini. Ini ‘kan digunkaan sebagai akses transportasi masyarakat Tanjung Selor, khususnya nelayan dalam melakukan aktifitas kesehariannya,” sambungnya.

Selama ini air baku PDAM di Tanjung Selor berasal dari aliran sungai ini, jika airnya menjadi dangkal maka bahan baku akan jauh dan butuh tempat baru untuk pembangunan PDAM baru.

Dia menuturkan, dengan bergotong royong meningkatkan dan menumbuh kembangkan kesadaran komponen pemerintah maupun masyarakat terhadap kepeduliaan lingkungan dan kebersihan Kota Tanjung Selor.

“Secara historis Kota Tanjung Selor lahir karena adanya Sungai Selor, namun kondisi Sungai Selor saat ini sangat memprihatinkan,” bebernya.

Mirinya lagi, di sungai masih ditemukan adanya buangan sampah dari oknum warga, dan di atas sungai pun masih didapati bangunan jamban. Jika hal ini kurang mendapatkan perhatian atau adanya pembiaran, maka tidak menutup kemungkinan Sungai Selor akan tidak terlihat lagi. “Kalau kita Google Map Tanjung Selor bisa jadi sungai ini tidak akan terlihat lagi,” ungkapnya.

Dengan kegiatan tersebut akan dirutinkan untuk melakukan pembersihan. Dirinya mengajak untuk menjaga budaya gotong royong dalam kehidupan masyarakat Kaltara. “Ini tetap harus terjaga dan terpelihara dengan baik,” tutupnya. (dm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed