TARAKAN – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) belum bisa memprediksi terjadinya gempa di wilayah Kaltara. Hal itu dikarenakan terbatasnya peralatan yang dimiliki BMKG saat ini, sehingga cukup menyulitkan BMKG untuk mendeteksi sebelum terjadinya gempa di Kaltara.
Forecaster BMKG Kota Tarakan, Elo Suci Wulandari mengatakan mengenai potensi gempa di Kaltara sewaktu-waktu dapat terjadi. Namun begitu, pihaknya tak dapat memberikan peringatan dini akan terjadinya gempa.
Kekuatannya baru akan diketahui setelah gempa terjadi. “Kalau isu yang berkembang soal gempa saya baru tahu. Kalau BPBD telah menyiapkan tenda pengungsian di beberapa tempat memang sudah kami ketahui,”kata Elo.
Sebagai wilayah yang berpotensi gempa, BMKG saat ini belum dapat memprediksi tanda-tanda terjadinya gempa. Meski belum memiliki alat pendeteksi gempa, BMKG Tarakan tetap akan mendapatkan pemeberitahuan dari BMKG Pusat dan wilayah lain yang telah memiliki alat pendeteksi gempa. “Kami belum ada alatnya, untuk melihat tanda-tanda adanya gempa,” ungkapnya. (*/bn2/kik)







