Syarwani Siapkan Kambing Boer Jadi Produk Unggulan Bulungan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kabupaten Bulungan kini dapat berbangga diri lantaran sudah bisa menjadi sentra pengembangan Kambing Boer. Pengelolaannya sendiri dilaksanakan Bulungan Mandiri Farm (BMF) yang berlokasi di Desa Apung Kecamatan Tanjung Selor.

Beberapa hari lalu Pengelola BMF, Cheito Karno menjalin kerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Budi Guntoro di Tanjung Selor.

Penandatanganan perjanjian kerjasama itu disaksikan langsung Bupati Bulungan Syarwani dan Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala.

“Jadi MoU itu dalam rangka peningkatan kualitas SDM dengan menggandeng Fakultas Peternakan UGM,” ucap Syarwani kepada benuanta.co.id, Senin 4 April 2022.

Baca Juga :  Bulungan Siapkan Cetak Sawah Baru 1.600 Ha pada 2026

Dia menjelaskan dalam perjanjian kerjasama itu banyak hal yang bisa dikerjakan, baik kepentingan bagi BMF, termasuk kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Khususnya dengan sektor yang berkaitan langsung dengan peternakan yakni Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan.

“Kita harap dengan kolaborasi ini lebih memperkuat tata kelola dan upaya peningkatan produksi peternakan yang ada di Bulungan khususnya di BMF,” jelasnya.

Pada tahap kerjasama itu sendiri fokus kepada pengembangan peternakan dengan ruang lingkup nutrisi dan makanan ternak, produksi ternak, teknologi hasil ternak, sosial ekonomi peternakan serta pemuliaan dan reproduksi ternak.

“Inikan tidak bisa dilaksanakan oleh salah satu pihak tapi dengan konsep Penta Helix di dalamnya ada unsur perguruan tinggi, media, pelaku usaha, masyarakat dan pemerintah berkolaborasi,” bebernya.

Baca Juga :  Menangguk Seruyuk di Sungai Kayan, Warisan Leluhur Terus Dilestarikan

Syarwani menyebutkan selain bekerjasama dengan perguruan tinggi, BMF juga bermitra dengan para kelompok peternak di beberapa desa yang ada di Bulungan.

Para peternak ini berinduk di BMF, yang artinya indukan ada di pengelola dan anakan Kambing Boer inilah yang dikembangkan lagi oleh peternak.

“Tidak hanya mengembangkan, tapi perlu diberikan edukasi dan pengetahuan bagaimana merawat dan beternak kambing tersebut,” ujarnya.

Bulungan Mandiri Farm sendiri berdiri pada bulan Februari 2021 dengan lahan seluas 4 hektare. Setengah hektare disiapkan untuk kandang dan rumah jaga. Lalu ada 2,5 hektare untuk tanaman rumput Pakchong dan 1 hektare lagi di tanamani Indigofera.

Baca Juga :  Warga Long Bia Diduga Tenggelam di Sungai Kayan, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

“Jadi proyeksi ke depannya untuk KIPI dan IKN. Tapi bertahap, kami pemerintah ingin mendorong dan support menjadi salah satu produk unggulan di Bulungan. Kalau bicara kambing di Kaltara maka standarnya ada di Bulungan Mandiri Farm,” tuturnya.

Sebelumnya pun, BMF ini telah dikunjungi dan di-support oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo pada tangga 11 September 2021 lalu. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *