oleh

Disangka Menculik Anak, Ternyata Penjual Minyak Urut

TANA TIDUNG – Penjual minyak urut asal Kabupaten Malinau, disangka penculik anak oleh warga sekitar Desa Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Jumat 24 Januari 2020, sekira pukul 18.00 Wita, penjual minyak urut asal Malinau ini menuju Desa Sesayap, untuk berjualan minyak urut keliling.

Penjual minyak urut tersebut berjumlah 7 orang dan anak-anak 2 orang. Sangkaan nahas ini berawal dari 2 kakak beradik tersebut dibawa berjualan oleh orangtuanya karena tidak ada yang menjaga di rumah.

“Yang berjualan ini kontrak rumah di Malinau, karena tidak ada yang jaga anaknya, dibawalah anak-anaknya berjualan. Kemarin itu mungkin anak-anaknya lelah dan bosan, jadi mereka kelahi, makanya orangtuanya menarik anaknya masuk ke mobil,” terang Kapolsek Sesayap Hilir, Ipda Marzuki, Sabtu 25 Januari 2020.

Dari hasil pemeriksaan, penjual minyak urut tersebut sedang menunggu sopir yang berada di seberang PT. TUM, yang juga tengah berjualan. Saat orang tua itu menarik dua anaknya, terlihat seperti melakukan aksi penculikan.

Meski demikian, Ipda Marzuki mengapresiasi sekaligus berpesan atas kesigapan warga perihal kejadian tersebut.

“Kesigapan warga saya apresiasi, namun lain kali lihat dulu orangnya, pastikan ada warga yang kenal kalau anak yang dibawa itu anak dari warga di situ atau dari luar. Jadi lain kali mohon hati-hati kalau mau bertindak,” kata Ipda Marzuki.

Selain itu, Ipda Marzuki juga menyayangkan sikap dari penjual minyak urut karena sebelumnya tidak melaporkan kegiatannya kepada pemerintah setempat, baik kepada vamat maupun kepala desa setempat.

“Luputnya mereka (penjual minyak urut) di situ, tidak lapor dulu. Kalau lapor kan pemerintah setempat bisa menjawab kalau ada pertanyaan dari warga,” tutup Ipda Marzuki.(*)

 

Reporter : Herdiyanto Aldino Bachri
Editor: M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed