oleh

Tidak Punya Surat Persetujuan Berlayar, 2 Kapal dan Nakhodanya Diamankan KSOP Tarakan

TARAKAN – Kementerian Perhubungan Cq. Direktur Jenderal Perhubungan Laut melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor KSOP Kelas III Tarakan telah melaksanakan Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Pelayaran dan berhasil melengkapi 2 berkas perkara.

Kepala Kantor KSOP Kelas III Tarakan Agus Sularto melalui Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli, Syaharuddin menjelaskan telah menangkap pelaku yang tidak memiliki surat persetujuan berlayar yang diterbitkan oleh Syahbandar tahun lalu.

“SB. Harapan Baru Express diamankan pada saat berlayar dari Malinau-Tarakan pada tanggal 21 Desember 2019, sedangkan KM. Azhar pada saat berlayar dari Bunyu-Tarakan,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Kamis 23 Januari 2020.

Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli, Syaharuddin

Dalam proses Penyidikan Tindak Pelayaran, PPNS Kantor KSOP Kelas III Tarakan telah melakukan koordinasi dengan Korwas PPNS Polres Tarakan, Kejaksaan Negeri Tarakan, Pengadilan Negeri Tarakan terkait sita barang bukti, serta mendapat dukungan dari Direktur KPLP Ditjen Hubla Ir. Ahmad, M.MTr.

“Direktur Jenderal Perhubungan Laut mengimbau bagi pengguna transportasi laut agar lebih patuh terhadap peraturan yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim,” terang Syaharuddin yang juga penyidik PPNS.

Selanjutnya tersangka dan barang buktí akan diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Tarakan untuk proses lebih lanjut.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tarakan, Banan Prasetya juga mengatakan, nakhoda kedua kapal, yakni R dan T akan dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan di Lapas dan perkara akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tarakan.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tarakan, Banan Prasetya

“Ancaman pidana dipenjara bisa mencapai 5 tahun lamanya, namun semua tergantung fakta persidangan,” tuturnya kepada awak media.

Berikut surat pemberitahuan hasil penyidikan perkara pidana yang dinyatakan lengkap (P.21) dari Kejaksaan Negeri Tarakan. Perkara Pidana Pelayaran tersebut terdiri dari :

1. KM. AZHAR GT. 33 yang melanggar Pasal 323 (1) Jo 219 (1) Jo 117 (1) dan (2) Jo 302 (1) Undang – Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dengan tersangka berinisial “T”.
2. SB. HARAPAN BARU EXPRESS 7 GT. 16 melanggar Pasal 323 (1) Jo 219 (1) Jo 117 (1) dan (2) Jo 302 (1) Undang – Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dengan tersangka berinisial “R”.(*)

Reporter: Matthew Gregori Nusa
Editor: M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed