oleh

Kurir Sabu Suruhan Napi Lapas Tarakan Disergap usai Jemput Sabu di Juata Laut

TANJUNG SELOR – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltara mengungkap peredaran gelap narkoba jenis sabu-sabu seberat 408 gram. Sabu-sabu hampir setengah kilogram itu diamankan dari dua warga Tarakan bernama Indra (40) dan Frengky (21).

Kedua tersangka ditangkap di Jalan Kurau, RT 16, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Sabtu 7 Desember 2019 sekira pukul 13.00 Wita.

“Keduanya adalah kurir yang mengambil pesanan dari napi yang ada di Lapas Tarakan bernama Hendrik alias Way,” ungkap Kapolda Kaltara Brigjen Pol. Drs. Indrajit SH melalui Direktur Resnarkoba Polda Kaltara Kombes Pol Adi Affandi kepada benuanta.co.id, Senin 9 Desember 2019.

Dia menuturkan, awalnya Frengky mendapatkan telepon dari Hendrik yang berada di dalam Lapas Tarakan pada Selasa 3 Desember. Kemudian Rabu 4 Desember 2019, Hendrik mengirim nomor HP orang yang akan mengirim sabu ke Frengky dan Indra dan metransfer Rp 1 juta untuk membayar penyewaan speedboat.

“Hendrik alias Way pindahan dari Lapas Sulsel tangkapan Polda Sulsel, dulu dia punya BB 500 gram sabu,” jelasnya.

Hari Kamis 5 Desember 2019 pukul 17.00 Wita,
Indra dan Frengky turun ke laut untuk mengambil pesanan sabu di daerah Iaut Nunukan. Namun tidak berhasil bertemu orang dari Malaysia yang mengantar sabu karena tersesat.

Jumat 6 Desember 2019 keduanya kembali ke laut dan berhasil bertemu orang yang mengantar sabu dari Malaysia. Karena kemalaman saat akan mengantarnya ke Tarakan, maka keduanya pun inisiatif bermalam di tambak orang.

“Barulah di hari Sabtu jam 11.00 mereka menuju ke Juata Laut, dan jam 13.00 wita turun dari speed dan ambil motornya. Dari sanalah kita tangkap,” ucap Adi.

“BB yang diamankan sebanyak 408 gram atau hampir setengah kilogram dan 2 handphone. Upah yang dijanjikan itu Rp 5 juta, tapi belum dipastikan berapa besar,” sambungnya.

Adi menambahkan, Indra bekerja sebagai tukang grab dan Frengky bekerja sebagai dekorasi di Tarakan. Lalu Hendrik yang di Lapas Tarakan dengan Frengky ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupu.

“Kalau Indra ini residivis kasus sabu juga karena pernah divonis 4 tahun penjara. Sedangkan Frengky baru pertama kali. Namun kita masih dalami,” tuturnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed