oleh

Kasus Penimpasan di Binalatung Dilakukan Rekonstruksi

TARAKAN – Kasus penimpasan di Jalan Binalatung, RT 14, Kelurahan Pantai Amal, 23 Oktober 2019 lalu yang melibatkan pelaku berinisial LL dan korban berinisial GR, telah melewati tahap 1 dan dilakukan rekonstruksi kejadian.

Kanit Resum Sat Reskrim Polres Tarakan, Ipda Dien mengatakan rekonstruksi kejadian dijalankan oleh Sat Reskrim Polres Tarakan bekerjasama dengan Kejaksaan dan Hakim Pengadilan Negeri Tarakan.

“Rekonstruksi dijalankan sesuai dengan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang dikumpulkan dari saksi, korban, dan pelaku,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Senin (9/12/2019).

“Adegan-adegan yang dilakukan pada rekonstruksi bertujuan untuk memperjelas situasi atau keadaan sebelum dan sesudah pelaku melakukan aksinya,” tambahnya.

Pantauan benuanta.co.id, terdapat 10 tahap pada rekontruksi kasus penimpasan, dimulai dari LL yang mendatangi GR dengan membawa parang. Hingga kejadian di mana pelaku menimpas korban.

Selain itu, Dien juga menerangkan kondisi korban saat ini sudah membaik dan telah bisa melakukan aktivitas pada umumnya.

“Karena rekonstruksi dan tahap 1 telah selesai, perkara akan segera memasuki tahap 2 di kejaksaan,” tutupnya.(*)

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed