oleh

Meneladani Nilai dan Semangat Kepahlawanan

Oleh : Ibrahim Ali

(Ketua DPRD Kabupaten Tana Tidung)

 

APAKAH anda ingat, apa yang spesial bagi bangsa ini pada tanggal 10 November? Sejarah telah dituliskan, bahwa 74 tahun silam terjadi pertempuran yang heroik di Surabaya. Momen hebat itu tak bisa dilepaskan dari sosok anak muda. Ia adalah Sutomo, alias Bung Tomo.

Lahir pada 3 Oktober 1920, Bung Tomo kala itu masih berusia 25 tahun. Namanya begitu harum karena dikenal sebagai salah satu aktor penting, penggelora semangat juang arek-arek Suroboyo melawan NICA. Atas kepahlawan mereka semua, negara kemudian memperingatinya sebagai Hari Pahlawan.

Meski telah berlalu cukup lama, sejarah Pertempuran Surabaya tak kan lekang dari ingatan bangsa. Ia adalah bagian penting dari perjalanan kemerdekaan Indonesia. Sungguh, di balik itu semua, kita bukan hanya diajari tentang pengorbanan fisik dan psikis, yang terangkum dalam bentuk keberanian mengorbankan waktu, harta, bahkan nyawa. Tetapi juga sarat nilai-nilai kebangsaan, kebersamaan dan tentunya kepercayaan pada kekuasaan Tuhan, Allah SWT.

Bagi para pemuda, sosok Bung Tomo mestinya bisa menjadi cermin, yang secara nyata telah menunjukkan pembuktian, bahwa kaum muda tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka bisa menjadi penggerak dan bahkan terlibat langsung dalam setiap proses berbangsa, dan bernegara. Kaum muda hendaknya tidak terlena dengan masa-masa luangnya, apalagi di era digital yang penuh tantangan dan dinamika.

Oleh karena itu, merayakan hari pahlawan di zaman sekarang, hendaknya bukan sekedar acara seremonial, atau dengan hal-hal yang berbau simbolik belaka. Ia harus dimaknai lebih dalam, baik secara substansial, maupun kontekstual.

Secara substansial, kita bisa menyambut dan merayakan hari pahlawan dengan terus menerus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hal itu sangat penting, mengingat bangsa ini adalah bangsa yang majemuk, dan terdiri atas beragam latar belakang. Ada banyak suku, agama, bahasa, dan budaya, yang sama-sama diakui dan dilindungi keberadaannya oleh undang-undang.

Secara kontekstual, nilai-nilai perjuangan dan kepahlawanan bisa diwujudkan dengan mengisi kemerdekaan sesuai profesi masing-masing. Guru, dokter, petani, nelayan, pedagang, mekanik, pegawai negeri, anggota DPRD, kepala daerah, semuanya membawa tanggung jawab moral dan sosial atas sesama, dan tentunya lingkungan sekitar.

Sebagai penutup, marilah bersama-sama bergandeng tangan mewujudkan Indonesia yang lebih baik, dengan mulai melakukan hal-hal positif di lingkungan sekitar. Dengan tekad kuat, dan kebersamaan yang mantap, kita awali dari peran-peran kecil di daerah, sesuai profesi dan dalam porsi yang semestinya. Dengan berperan nyata, kita sesungguhnya ikut merajut asa, menuju terciptanya kesejahteraan Indonesia.(*)

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed