oleh

Tolak Radikalisme, Pemkot Bersama Kepolisian Sosialisasi kepada Masyarakat

TARAKAN – Radikalisme adalah sebuah gerakan radikal yang membahayakan. Bahkan paham radikalisme sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penyimpangan bahkan perpecahan. Sayangnya, paham maupun ideologi radikalisme dapat disebarkan dan menjamur kepada siapa saja.

Kepada benuanta.co.id, Walikota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes mengungkapkan, radikalisme bisa berada di mana saja, tanpa mengenal agama atau suku. Karena, radikalisme sendiri adalah setiap upaya-upaya kekerasan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan, termasuk tindak terorisme.

“Jadi radikalisme tidak ada hubungannya dengan agama. Karena agama apapun bisa melakukan itu,” ujarnya.

Di samping itu, dr. Khairul mengkhawatirkan bahwa paham radikalisme sudah mulai menyebar ke segala penjuru masyarakat. Termasuk lingkungan pemerintahan, TNI dan Polri. Hal itulah yang dianggap sangat berbahaya bagi kesatuan NKRI nantinya.

DR. H. KHAIRUL M.KES

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bekerja sama dengan aparat Kepolisian memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahayanya paham radikalisme. Seperti sosialisasi pencegahan paham radikalisme dan terorisme beberapa waktu yang lalu, di mana acara tersebut diikuti oleh para Takmir Masjid dan Musala se-Tarakan.

Masijd-masjid di Tarakan sendiri juga perlu dibentengi. Karena di sanalah tempat yang terbilang mudah untuk menyampaikan suatu informasi, namun mudah juga untuk dimasuki. Sehingga perlu diberikan pemahaman. Selain itu juga, tak bisa dipungkiri bahwa ada bias atau penyimpangan dari setiap pemeluk agama, baik ke kiri maupun ke kanan.

“Islam itu kan Rahmatan Lil Alamin, rahmat buat seluruh alam. Jadi tidak ada cerita kalau orang Islam itu ngebom. Kalau ada, itu hanya oknum dan jangan membawa-bawa agama,” pungkasnya.

Kedepannya, pihak pemerintah dan Kepolisian juga akan melakukan sosialisasi penolakan paham radikalisme dengan merangkul seluruh pemuka agama di Tarakan dan juga elemen masyarakat lainnya.

Sehingga dapat terus saling mengingatkan dan mengklarifikasi satu sama lain dan juga untuk mencegah penyebaran radikalisme maupun berita-berita hoaks.(*)

Reporter : Renaldo Stefan
Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed