oleh

THM di Sei Bengawan Diimbau Segera Lengkapi Perizinan

TARAKAN – Selain disinyalir kembali melakukan praktik prostitusi, beroperasinya wisata malam di Sei Bengawan juga tak mengantongi izin. Seperti izin karaoke, penjualan Minuman Keras (Miras) dan Tempat Hiburan Malam (THM), sehingga akan menjadi sasaran petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan untuk ditertibkan.

Kepala Seksi (Kasi) Operasional dan Pengendalian Satpol PP Tarakan, Marzuki mengatakan, selama ini tempat yang dulunya adalah lokalisasi tersebut hanya mengantongi izin keramaian yang dikeluarkan oleh Kepolisian. Namun untuk izin THM dan lainnya, pelaku usaha sudah diberi waktu oleh petugas untuk segera melengkapinya. “Kita memang fleksibel ketika di lapangan,” ujar Marzuki kepada benuanta.co.id. (9/11/2019).

Masa tenggang yang diberikan petugas pun bukan tanpa sebab. Pria berpostur tegap yang kerap disapa Marz ini menjelaskan, para pelaku usaha di Bengawan memang sempat terhembus isu dengan mahalnya tarif pembuatan izin usaha dari intansi pemerintahan yang mencapai Rp. 6 juta untuk sekali pembuatan. Namun setelah ditelusuri, segala izin pembuatan izin usaha, tak mematok harga alias gratis.

“Begitu kita sampaikan tidak bayar, mereka antusias. Jika ada berbayar pun kami minta sampaikan ke kita,” jelasnya.

Selain itu, pengakuan ladies karaoke yang menemani tamu dengan menjual miras sebagai timbal balik, lantaran tak dikenakan biaya tempat tinggal oleh pemilik tempat, disebut Marz pihaknya tak lagi berwenang terhadap memeriksa dan melakukan izin penjualan miras. “Kami tidak punya wewenang, karena itu di Provinsi sebenarnya,” tutupnya.(*)

Reporter : Yogi Wibawa
Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed