oleh

Pernak-Pernik Maulid Nabi Muhammad Ramai Dijual di Pasar Jamaker

NUNUKAN – Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, pedagang musiman yang menjual berbagai pernak-pernik Maulid Nabi mulai banyak dijumpai.

Di Pasar Jamaker Liem Hie Djung, banyak pedagang yang menjual aksesoris Maulid. Salah satu di antaranya ibu Sumarni, yang setiap tahun menjual aksesoris tersebut. Selain itu, dia juga menjual buah-buahan.

Beberapa model hiasan yang dijualnya seperti ember kecil dan besar yang sudah dihiasi kertas minyak, batang bambu yang sudah diruncingkan untuk nantinya ditancapkan pada batang pisang yang juga sudah dihiasi kertas minyak. Ditambah dengan keranjang-keranjang kecil bekas minuman dibalut dengan kertas minyak, sehingga terlihat cantik, dan bunga terbuat dari kertas kado.

Harga barang tersebut bervariasi, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 15.000. Untuk hiasan dengan ember biasanya Rp 8.000 dan tergantung besarnya. Bahkan ada yang sampai Rp 20.000. Pesanan lebih banyak dari luar Nunukan, seperti Sei Manggaris, Sebuku dan Sebatik.

“Alhamdulillah setiap tahunnya pembeli juga meningkat, dalam sehari bisa menjual 500 batang. 3 batang seharga Rp 5.000, itu juga tergantung dari bunganya, ada juga yang 3 batang Rp 10.000. Semakin bagus kualitas kertas yang digunakan semakin bagus juga harganya, dan banyak dipesan harga juga akan sedikit lebih murah,” kata Sumarni kepada benuanta.co.id, Jumat (08/11/2019).

Selian itu ia menuturkan, tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang biasanya anak sekolah menggunakan bunga kembang telur seperti buanga ia jual, kemungkinan tahun ini tidak lagi menggunakan karena takut sampah plastik. “Kita tidak tahu tahun ini apakah semeriah tahun lalu. Namun kami tetap menjual karena ini adalah tradisi orang Nunukan,” bebernya.

Selama satu bulan penuh pernak-pernik musiman dalam menyambut Maulid akan menghiasi Pasar Jamaker Liem Hie Djung. Diakui Sumarni, banyaknya permintaan kadang persediaan yang ia jual kurang.

Ada berkah tersendiri saat perayaan Maulid tiba. Para pedagang musiman berburu keuntungan demi menghidupi keluarganya di rumah.(*)

 

Reporter : Darmawan

Editor : Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed