oleh

Longsor di Tambang PT. PMJ, Kecelakaan Kategori Kecil Hingga Sedang

TANJUNG SELOR – Longsor di area tambang milik PT. Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN) berlokasi di site Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung (KTT), ramai diperbincangkan. Apalagi dari Polda Kaltara bersama Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara sudah turun ke lokasi.

Insiden longsoran yang menyebabkan alat berat milik PMJ itu tertimbun. Berdasarkan hasil investigasi tim yang turun ke lokasi kejadian tidak menemukan unsur kesengajaan. “Insiden longsoran itu kecelakaan murni,” ungkap Kepala Dinas ESDM Provinsi Kaltara, Ferdy Manurung Tanduklangi kepada benuanta.co.id, Jumat 8 November 2019.

Dia menuturkan, tak hanya ESDM Kaltara saja yang melakukan investigasi. Untuk mengetahui penyebabnya, inspektur tambang dari Kementerian ESDM sudah ke lokasi untuk melaksanakan peninjauan. “Dari inspektur tambang juga sudah turun. Kita lihat di lokasi tidak ada masalah, melainkan sebuah kecelakaan,” ujarnya.

“Tidak ada unsur kesengajaan di sini. Karena di dalam dunia pertambangan, adanya kecelakaan di dalam tambang itu bisa juga dipengaruhi oleh faktor alam,” sambungnya.

Dirinya pun mempertanyakan rekaman video yang beredar dengan fakta di lapangan. Dia melihat dari tinjauan di lapangan cukup berbeda. “Saya heran kejadian di video beda dengan di lokasi,” jelasnya.

Ferdy mengatakan, longsor itu terjadi di daerah dataran rendah. Sedangkan yang di dalam video mirip dengan perbukitan kemudian lalu terjadi fenomena likuifaksi. “Jauh sekali, kalau di video itu seperti likuifaksi,” tuturnya.

Kondisi tambang saat ini, kata dia, telah kembali normal. Yang longsor itu adalah jalannya, yang semula adalah sebuah tanah dataran. Adanya pengerukan, bekas tanah galian itu yang longsor. Tanah di lokasi tambang juga berair, hal itulah yang memicu terjadinya longsoran. “Yang longsor adalah jalan. Kata pihak perusahaan sudah melakukan antisipasi,” papar Ferdy.

PT. PMJ prediksikan longsoran akan terjadi di depan, malah terjadi dari arah belakang. Dia menambahkan, untuk kecelakaan tambang, ada kategori tingkatannya, dari kecil, sedang hingga berat.

“Kejadian di KTT ini kecelakaannya kecil sampai sedang,” sebutnya. Hasil investigasi di PT Pipit Mutiara Jaya ini pun akan dilaporkan kepada Kementerian ESDM. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Edito : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed