oleh

Bedah Visi Misi di PAN, Ini Program yang Dibawa H. Udin

TARAKAN – Masuk sesi pertama bedah visi misi yang dilakukan tim penjaringan Pilkada DPW PAN Kaltara, diawali dengan kandidat pertama, yakni H. Udin Hianggio yang berlangsung cukup lama. Dalam bedah visi misi tersebut, Udin dihadapi dengan 10 panelis yang telah disiapkan oleh PAN Kaltara.

Dalam bedah visi misi ini, sejumlah pertanyaan dilontarkan kepada H. Udin terkait program kerja yang akan dikerjakan di kemudian hari. Salah satu Panelis dari Akdemisi Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan (UBT) yakni Margiono mengatakan, berdasarkan dari pengamatan yang telah lakukan di dalam ruangan tersebut, bahwa relevansi visi dan misi harus dikongkritkan dengan program.

“Jadi saya mengkritisi dari misi beliau yang ada 9 hingga 11 butir tersebut, tetapi dari yang saya tangkap bahwa program kerja beliau lebih sedikit. Padahal program kerja itukan harus menterjemahkan pada misi yang akan dilaksanakan,” kata Margiono kepada benuanta.co.id, Ahad, 9 November 2019.

Menurutnya, program kerjas seharusnya lebih kongkret dibandingkan dengan visi dan misi. Selain itu, dalam visi misi ada program kerja yang lebih menonjol dari program lainnya, yakni Industri 4.0 dan kesetaraan gender yang akan diambil dalam pembicaraan dalam forum.

Dalam industri 4.0 sangat relevansi dengan zaman modern saat ini. Artinya penggunaan handphone melebihi jumlah penduduk, di mana menurut saya semua perkonomian akan berjalan lebih cepat dan lebih canggih. “Itu kesesuaian terkait program kerja dan visi misi. Jadi kalau tidak dimasukkan industri 4.0 maka itu tidak akan sesuai dengan realitas saat ini,” tuturnya.

Apalagi ekonomi digital saat ini telah mulai menjadi pasar persaingan ekonomi yang telah diterapkan. Untuk kesetaraan gender, dari pengamatan yang Ia miliki, bahwa kaum hawa lebih unggul dibandingkan dengan kaum Adam. Karena ketelitian dan pengelolaan perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

“Jadi isu kesetaraan gender belum mempunyai porsi yang seimbang. Padahal dari kesetaraan gender memang ada beberapa keunggulan dan kelebihan yang lebih khusus terhadap perempuan,” terangnya.

Dari hasil bedah visi misi, Margiono menyampaikan juga bahwa Udin telah memaparkan berulang kali terkait memperdayakan sumber daya lokal, seperti tenaga kerja lokal. Dalam hal itu, merupakan sesuatu yang penting yang harus dipunya oleh seorang pemimpin.

“Seperti contoh, orang kerja di sini tapi belanjanya di tempat lain. Katakanlah kerjakan proyek tapi kerjaan proyek itu dikerjakan oleh orang di luar daerah. Dan akhirnya uang yang berada di sini tidak akan berputar. Dampaknya seperti kita nih “ekonomi makan tulang” (penduduk hanya kebagian tulang),” jelasnya.

“Jadi pemberdayaan ini suatu usaha untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat Kaltara. Demi membangun untuk Kaltara,” pungkasnya.(*)

 

Reporter : Rico Jeferson

Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed