oleh

31 Polisi Cilik Meriahkan Acara Police Goes To Campus

TARAKAN – Ada sesuatu hal yang menjadi pusat perhatian dari seluruh tamu undangan yang hadir dalam kegiatan Police Goes to Campus, yang diselenggarakan oleh Direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Kaltara, di Gedung Rektorat lantai 4 Universitas Borneo Tarakan (UBT) Jumat (08/11/20019). Puluhan polisi cilik (Pocil) unjuk kebolehan dalam menampilkan berbagai formasi baris berbaris, serta atraksi pamer kemampuan pengaturan lalu lintas.

Dengan panduan peluit dari komandan peleton, para pocil ini mempraktikkan dengan gerakan tangan. Gerakan tangan dan bunyi peluit mereka persis seperti gerakan polisi lalu lintas saat bertugas di simpang jalan. Sehingga hal ini berhasil mengundang decak kagum para tamu undangan oleh penampilan pocil yang semuanya masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar.

Baca Juga : Wujudkan Kamseltibcar, Ditlantas Polda Kaltara Gelar Police Goes To Campus

Pocil dibawah binaan Satlantas Polres Tarakan ini merupakan angkatan pertama yang dibentuk melalui proses seleksi sebanyak 500 orang siswa kelas 3 dari seluruh sekolah dasar yang ada di Tarakan. “Dari 500 orang yang mengikuti seleksi ini, terpilihlah 31 orang yang menjadi pocil Polres Tarakan,” kata AKP Arofiek Aprilian, Kasat Lantas saat ditemui benuanta.co.id.

31 siswa yang terpilih menjadi pocil ini selanjutnya mendapatkan pelatihan yel-yel, formasi dan lain sebagainya selama dua bulan. “Pemusatan latihan kita lakukan dalam dua minggu terakhir dan alhamdulillah penampilannya seperti tadi bisa mendapatkan apresiasi dari semua yang hadir,” tambah AKP Arofiek.

Sementara itu, saat ditemui benuanta.co.id, Muhammad Iswan Iskandar selaku pelatih pocil binaan Satlantas ini mengungkapkan suka dukanya dalam melatih para pocil ini. Di mana anak seusia tersebut lebih banyak bermain dan lebih sulit untuk diatur. “Anak kecil kan suka bermain, ribut, kita bilang diam dia ribut, kita bilang ini dia bilang itu,” ungkapnya.

Namun dengan metode pembelajaran yang digunakan oleh sang pelatih ini, akhirnya para siswa ini mampu menunjukkan sesuatu hal yang luar biasa untuk anak seusia mereka.

Selain itu, terlihat salah satu orang tua siswa meneteskan air mata saat menyaksikan penampilan anaknya dalam regu pocil tersebut. Tidak memiliki latar belakang keluarga militer namun dapat terpilih dalam seleksi pocil tersebut membuat Fitri, orang tua merasa sangat bangga. “saya Sendiri seorang penjual empe empe, jual online gitu, Alhamdulillah bangga,” ungkapnya.(*)

 

 

Reporter : Abdul Muhammad Rachman Tihan

Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed