oleh

3 Kandidat Tidak Hadir dalam Bedah Visi Misi PAN Kaltara

TARAKAN – Tiga kandidat tidak hadir dalam bedah visi misi di penjaringan Pilkada DPW PAN Kaltara tidak akan ada sesi lain terkait persoalan visi misi. Hal ini disampaikan langsung oleh ketua tim Penjaringan Pilkada DPW PAN Kaltara, Sabar Santoso.

Bedah visi misi ini merupakan salah satu proses tahapan yang di lakukan PAN dalam melihat program kerja yang akan menjadi acuan PAN dalam merekomendasikan nanti ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN. Ketiga nama tersebut yakni H. La Tinro La Tunrung, H. Undunsyah, dan H. Abdul Hafid Ahmad.

“Jadi kami beri waktu 1 jam dari waktu yang ditetapkan pada kandidat, jika tidak hadir, kita tidak akan beri kesempatan dan sesi lain bagi yang tidak hadir,” kata Sabar, kepada benuanta.co.id, Sabtu siang (9/11/2019).

Diketahui, dari jadwal yang ditetapkan pada Sabtu ini, bahwa sesi kedua bedah visi misi akan dilanjutkan dengan H. La tinro pada pukul 08.00 hingga 11.00 Wita. Namun setelah ditunggu, yang bersangkutan tidak datang.

“Jadi kami tinggal, dan terakhir dari tim La Tinro telah komunikasi bahwa beliau tidak bisa hadir karena ada agenda Partai Gerindra di pusat,” terangnya.

Selain itu, H. Undunsyah juga menyampaikan bahwa ketidakhadirannya memang telah diberitahu jauh sebelum hari yang telah ditetapkan PAN. Namun pihaknya masih menunggu sesuai kesepakatan dan prosedur yang telah dijadwalkan.

“Undun juga tidak hadir yang jadwalnya jam setengah 2 tapi tak kunjung datang, dengan alasan adanya kegiatan yang tidak bisa ditinggal,” tuturnya.

Berbeda dengan H. Hafid, PAN masih menunggu kabar dari tim pemenang terkait kehadirannya dalam bedah visi misi di sekretariat penjaringan Pilkada DPW PAN Kaltara. Diketahui, jadwal Hafid akan dilaksanakan pada pukul 19.00 Wita. Sehingga tim Pilkada PAN akan menunggu kandidat tersebut untuk melakukan bedah visi misi.

“Untuk Hafid masih belum jelas hadir apa tidak, tapi akan menunggu dirinya hingga waktu dan batas waktu yang diberikan, apakah datang atau tidaknya dalam bedah visi misi ini,” jelasnya.

Ia menyampaikan, ketika kandidat tidak hadir, maka tim Pilkada PAN tidak akan memberi nilai pada sesi tersebut. Memang proses tahapan PAN mempunyai nilai sendiri dari setiap tahapan yang dilaksanakan.

“Jadi dapat nilai nol di sesi bedah visi misi. Untuk nilai lain akan ada diberikan, cuman di visi misi pasti sudah tidak ada, karena tidak datang,” imbuhnya.

Setelah proses ini, akan ada tahapan lain sebelum DPW PAN Kaltara melaksanakan rapat pleno 1 untuk menentukan nama yang akan direkomendasikan ke DPP. Salah satunya tahapan survei bakal calon.

“Jadi nanti kami total semua penilaian dari segala aspek, dari situ kita tahu. Tapi untuk rekomendasi nanti tunggu hasil rapat pleno 1 PAN,” ujar dia.

Tambah Asnawi Arbain, Ketua DPW PAN Kaltara, dalam penjaringan Pilkada DPW PAN Kaltara, ada penilaian tersendiri untuk tahapan bedah visi misi yang dilaksanakan. Pelaksanaan yang sudah berlangsung dimulai dari H. Udin Hianggio akan disamakan dengan kandidat lainnya.

Para kandidat yang menjalani bedah visi misi ini akan dihadapkan dengan 10 panelis yang terdiri dari 4 panelis dari akademisi Universitas Borneo Tarakan (UBT) dan 6 panelis dari DPW PAN Kaltara. Dari setiap panelis, pihaknya telah memberikan lembar penilian yang berbeda dari setiap kandidat yang memaparkan visi dan misinya.

“Penilaiannya berbeda, dari 10 panelis, setiap penilaian akan berbeda dari segala aspek untuk kandidat yang memaparkan visi misinya,” kata Asnawi, Sabtu (9/11/2019).

Terkait siapa figur yang akan direkomendasikan ke DPP, Asnawi belum bisa memastikan. Karena masih harus melewati beberapa tahapan lagi. Seperti survei dan sebagainya.

“Jadi untuk berapa nama yang akan direkomendasikan, kami akan menunggu hasil tahapan dan juga rapat yang akan dilaksanakan nanti. Mau 3 nama, lima nama atau semua, nanti baru diketahui,” bebernya.

Tujuan dari tahapan visi misi ini untuk melihat kontribusi para kandidat untuk membangun Kaltara yang dituangkan dalam visi misi. Apalagi ini sebagai prosedur dalam rekrutmen pemimpin di Kaltara.

“Bahwa PAN memberikan korider masyarakat terlibat aktif dalam pilkada ini. Apalagi seleksi pemimpin itu harus terbuka dan diketahui,” terangnya.

Pembahasan bagi kandidat yang tidak hadir, pihaknya akan melangsir nama tersebut untuk direkomendasikan ke DPP atau tidak. Tergantung dari hasil kesepakatan rapat nantinya.(*)

Reporter : Rico Jeferson
Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed