oleh

Wujudkan Kamseltibcar, Ditlantas Polda Kaltara Gelar Police Goes To Campus

TARAKAN – Direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Kaltara yang bekerjasama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan, Jumat 8 November 2019 tadi pagi menggelar kegiatan ‘Police Goes To Campus’ yang mengusung tema Peran Serta Mahasiswa untuk Mewujudkan Keamanan, Keselamatan Ketertiban, dan Kelancaran (KAMSELTIBCAR) Lalu Lintas.

Kepada benuanta.co.id, Wadir Lantas Polda Kaltara AKBP Budi Rachmat mengungkapkan, dipilihnya kampus sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini karena berdasarkan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) milik Polda Kalimantan Utara, menunjukkan angka korban kecelakaan di dominasi usia 17 sampai 25 tahun.

Di mana kecelakaan ini disebabkan adanya pelanggaran. Sehingga berdasarkan analisa dan evaluasi dari Korlantas maupun Ditlantas, terdapat 7 prioritas pelanggaran. “Untuk di Kalimantan Utara sendiri ada 3 pelanggaran yang menjadi prioritas yang paling menyebabkan kecelakaan,” ungkapnya.

AKBP Budi Rachmat menambahkan, 3 jenis pelanggaran tersebut di antaranya adalah permasalahan pelanggaran helm, pengendara sepeda motor yang masih di bawah umur dan pelanggaran melawan arus lalu lintas yang menjadi jenis pelanggaran terbanyak dalam kurun waktu 9 bulan terakhir di tahun 2019 ini untuk wilayah Kalimantan Utara.

Melalui kegiatan ‘Police Goes To Campus’ ini, AKBP Budi Rachmat berharap kepada mahasiswa sebagai komunitas akademisi, dapat memberikan kontribusi yang positif terkait pemikiran dan solusi untuk menyikapi permasalahan yang banyak terjadi di lingkungan masyarakat, terkait bagaimana upaya untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas. “Harapannya bisa menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” pungkasnya.

Sementara itu, kepada benuanta.co.id, Kasat Lantas Polres Tarakan AKP Arofiek Aprilian menjelaskan, fokus kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada mahasiswa sebagai agen perubahan yang dapat menularkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada masyarakat dan dikemas dalam bentuk seminar dan debat ilmiah. “Kita berikan mereka tema kemudian mereka bahas dan mereka debat,” ungkapnya.(*)

 

Reporter : Abdul Muhammad Rachman Tihan

Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed