oleh

Sopir yang Cabuli Sejumlah Anak Sekolah di Bulungan Diduga Pedofilia

TANJUNG SELOR – M Sakir (50) yang ditangkap di Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, 2 November lalu. Kasus yang dilakukannya adalah tindakan asusila berupa pencabulan dan persetubuhan kepada anak di bawah umur.

Saat diinterogasi petugas kepolisian, perbuatan bejat yang dilakukan itu karena memiliki hubungan yang tidak begitu erat dengan istrinya. “Salah satu penyebabnya karena kurangnya kebutuhan biologis pelaku dengan istrinya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Belnas Pali Padang melalui Kanit PPA Sat Reskrim Polres Bulungan, IPDA M Patria Pratama kepada benuanta.co.id, Jumat 8 November 2019.

Baca Juga : Sopir yang Cabuli Siswi SD di Bulungan Terancam 15 Tahun Penjara

Kemudian analisa selanjutnya, kebanyakan korbannya adalah anak di bawah umur. Itu dikarenakan pelaku adalah seorang sopir bus perusahaan. Yang setiap hari melakukan antar jemput anak sekolah. “Alasannya juga pelaku setiap hari bertemu dengan anak-anak sehingga cenderung suka anak-anak. Jarang bertemu wanita dewasa,” ucapnya.

Patria juga menyebutkan pelaku ini diduga memiliki penyakit kelainan berupa penyakit pedofilia. Karena dari beberapa laporan yang masuk ada beberapa anak yang dicabuli, bahkan salah satu korban bernama Mawar bukan nama sebenarnya telah digagahi.

“Jadi ada tiga alasan yang kita dapat, yang lebih kuat adalah karena seringnya pelaku ketemu dengan anak-anak itu,” jelasnya.

Hanya saja untuk keterangan lebih dalam, masih terus dilakukan pihaknya. Dia menuturkan, Sakir masih belum membuka diri, lantaran dirinya malu. Baik kepada masyarakat Tanah Kuning maupun kepada keluarganya.

“Dia akui kalau suka dan melakukan pencabulan. Kata dia malu untuk ungkapkan. Istrinya ada, barangkali ada masalah. Atau sama-sama sibuk sehingga kebutuhan biologisnya tidak terpenuhi,” bebernya.

Dia menambahkan, untuk pelaku pencabulan di Indonesia hukumannya masih ringan. Berbeda apa yang dilakukan di negara lain seperti Brunei Darussalam dan Malaysia. Jika ketahuan melakukan asusila baik pencabulan maupun rudapaksa kepada anak di bawah umur, akan dihukum kebiri. “Kalau disana sudah berlaku, di Indonesia masih berjalan untuk diberlakukan seperti di Jawa,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed