oleh

Prostitusi di Sei Bengawan Masih Buka? Satpol PP : Perlu Dibuktikan

TARAKAN – Belum adanya temuan praktik prostitusi berkedok karaoke di Bengawan secara langsung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tarakan, membuat tempat tersebut masih bisa beroperasi dengan tersedianya layanan ladies berpakaian minim. Mereka memberikan layanan kepada tamu dengan hidangan minuman keras (Miras).

Kepala Seksi (Kasi) Operasional dan Pengendalian Satpol PP Tarakan, Marzuki mengatakan, adanya indikasi terjadinya prostitusi nuansa baru di karaoke tersebut, hal itu perlu adanya bukti yang autentik.

“Kita juga tidak bisa katakan mereka ini tidak beroperasi (prostitusi), apa lagi rata-rata ladies di sana juga pakaianya bisa dilihat sendiri lah. Tapi memang harus ada bukti tangkap tangan,” ujar Marzuki kepada benuanta.co.id, Jumat (8/11/2019).

Apalagi beberapa pekan lalu digelarnya razia di tempat yang dulunya lokalisasi tersebut, ditemukan 8 ladies dan 4 pria tanpa KTP. Satu di antaranya sempat proses negosiasi antar pria dan ladies, namun hal itu pun berakhir karena ada petugas.

“Kalau yang kemarin itu bisa menunjukan KTP mungkin kita tidak bawa ke Mako. Karena masih proses nego, kita juga tidak bisa angkut sembarangan. Beda halnya jika dalam 1 kamar berduaan, itu kan bisa jadi bukti, mau ngapain lagi beruda di kamar kan. Masa iya nyari tikus gitu,” jelasnya.

Namun, ia mengatakan jika ada bukti berlangsungnya prostitusi di tempat tersebut, bisa dijerat dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tarakan, Nomor 21 Tahun 2000 tentang Larangan Perbuatan Asusila dengan ancaman denda Rp 5 juta atau masa kurungan selama 3 bulan.

Dalam Perda yang dituangkan di Pasal 3 ayat (2) tersebut juga mengatur tentang larangan menerima tamu di tempatnya, dengan maksud perbuatan asusila di Pasal 2 ayat (1), yang menyatakan; setiap pribadi atau kelompok dilarang untuk melakukan, menghubungkan, mengusahaan tempat-tempat dan menyediakan untuk perbuatan tuna susila.

“Bukti langsung itu yang memang agak berat, posisi kita yang jauh. Perjalanan kan memang ramai-ramai, bisa saja bocor ketika di perjalanan. Ketika ke sana nihil,” tutupnya.(*)

Reporter : Yogi Wibawa
Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed