oleh

Civic Education for College

SEJARAH pendidikan kewarganegaraan sudah ada sejak tahun 1790. Pada saat itu, pendidikan kewarganegaraan sudah berkembang di dunia walaupun dengan nama berbeda. Pendidikan kewarganegaraan itu sendiri merupakan satu mata pelajaran yang merupakan satu rangkaian proses untuk mengarahkan peserta didik menjadi warga negara yang berkarakter Indonesia, cerdas, terampil dan sehingga dapat berperan aktif dalam dalam masyarakat sesuai dengan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945. Dalam buku ini, untuk pendidikan kewarganegaraan membahas 11 bab yang berkaitan dengan kewarganegaraan Indonesia.

Yang pertama membahas hak-hak dan kewajiban warga negara. Hak dan kewajiban merupakan suatu hal yang terikat satu sama lain yang tidak bisa untuk dipisahkan dan dalam praktiknya harus dilakukan secara seimbang. Hak merupakan segala sesuatu yang pantas untuk didapatkan individu sebagai anggota warga negara Indonesia dan kewajiban merupakan kewajiban warga negara dalam pelaksanaan sebagai anggota negara guna untuk mendapatkan pengakuan akan hak sesuai dengan pelaksanaan kewajiban tersebut.

Hak dan kewajiban warga negara terdapat pada pasal 27 ayat 1, yang mana warga negara harus mendapatkan hak dan melaksanakan kewajiban yang tercantum pada pasal tersebut. Apabila hak dan kewajiban tidak dapat berjalan dengan seimbang, maka akan terjadi permasalahan yang menimbulkan gejolak dalam kehidupan masyarakat, baik individu maupun bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kedua yaitu membahas tentang filsafat pancasila. Filsafat pancasila adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap, dipercaya, dan yang diyakini sebagai sesuatu (kenyataan, norma-norma, dan nilai-nilai) yang paling benar, paling adil, paling bijaksana dan paling baik dan sesuai bagi bangsa Indonesia.

Pancasila pun terdiri atas 5 (lima) sila yang merupakan suatu sistem negara yang terdiri atas bagian-bagian dan tujuan yang sama sehingga menunjukkan bahwa urutan sila-sila tersebut menunjukkan suatu rangkaian tingkat dalam luasnya dan isinya yang berarti bahwa pancasila telah memenuhi persyaratan sehingga dapat dikatakan sebagai sistem karena pancasila memliki kesatuan, keteraturan, keterkaitan, dan kerja sama antara silakan satu dan sila lainnya sehingga mengkualifikasikan hubungan hirarkis piramidal.

Ketiga yaitu membahas tentang identitas nasional. Identitas nasional adalah ciri khas/jati diri yang dimiliki oleh suatu bangsa/Negara yang telah disepakati bersama yang menjadi pembeda antar bangsa/Negara yang bersangkutan dengan bangsa/Negara lainnya. Adapun beberapa identitas nasional yang menunjukkan jati diri Indonesia antara lain bahasa nasional yang merupakan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia, bendera negara yaitu sang merah putih, lagu kebangsaan yaitu lagu Indonesia Raya, lambang negara yaitu Garuda Pancasila, dan semboyan negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika.

Jadi, dapat disimpulkan dari pernyataan diatas bahwa identitas nasional hakikatnya adalah manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan bangsa yang menjadi ciri khas bangsa dan sebagai pembeda dengan negara lain. Maka dari itu, kita sebagai warga negara harus turut serta melindungi dan menjaga identitas nasional sebagai bukti cinta tanah air kita kepada negara tercinta kita, yaitu Indonesia.

Keempat adalah Demokrasi Indonesia. Indonesia merupakan negara demokrasi. Negara demokrasi itu sendiri ialah negara yang diselenggarakan berdasarkan kehendak rakyat, atau jika ditinjau dari segi organisasi, ia berarti suatu pengorganisasian negara yang dilakukan oleh rakyat sendiri atau asas persetujuan rakyat karena kedaulatan berada di tangan rakyat. Demokrasi juga sebagai sikap dan pandang hidup yang demokratis yang berdasarkan nilai-nilai demokrasi yang membentuk hudaya/kultur demokrasi baik dari warga negara maupun pihak pejabat negara/pemerintah.

Di Indonesia telah menempuh perjalanan yang cukup panjang dari jaman Orde Lama hingga pada jaman reformasi ini untuk menentukan demokrasi apa yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Banyak demokrasi yang pernah diterapkan di Indonesia, namun hanya Demokrasi Pancasila lah yang sesuai dengan prinsip dan jati diri Indonesia. Prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila sendiri antara lain seperti negara sebagai konsitusi, adanya jaminan perlindungan HAM, kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat, pergantian kekuasaan secara berskala, adanya peradilan bebas dan tidak memihak, penegakkan hukum dan kesamaan setiap warga negara di mata hukum, dan jaminan kebebasan pers.

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed