oleh

Pancasila sebagai Ideologi, Filsafat, dan Paradigma Bangsa

PANCASILA adalah landasan dari segalanya keputusan bangsa dan menjadi ideologi tetap bangsa serta mencerminkan kepribadian bangsa. Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, demikian pula halnya dalam aktivitas ilmiah. Karena Pancasila berupa dasar falsafah dan juga ideologi negara, maka diharapkan Pancasila menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar kesatuan.

Pancasila dalam lintas sejarah, nilai-nilai Pancasila sudah ada sejak masa kerajaan pada saat itu. Misalnya pada masa Kerajaan Sriwijaya, yang menjalankan sistem negaranya yang tidak dapat dilepaskan dengan nilai ketuhanan, yang dalam Pancasila sesuai dengan silakan pertama. Pada Kerajaan Majapahit, Empu Tantular mengarang buku Sutasoma yaitu ‘Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrua’, yang berarti walaupun berbeda namun satu jua adanya sebab tidak ada agama yang memiliki Tuhan yang berbeda.

Hal ini menunjukkan adanya realitas kehidupan agama pada saat itu. Selain pada masa kerajaan, Pancasila juga banyak melalui fase-fase masa yang panjang, di antaranya masa penjajahan, masa kebangkitan nasional dan proklamasi kemerdekaan, masa order lama dan order baru hingga menuju masa reformasi. Pada masa reformasi inilah memformat dan menata ulang hal-hal yang menyimpang pada masa-masa sebelumnya agar Pancasila kembali ke bentuk semula sesuai nilai-nilai ideal yang dicita-citakan rakyat.

Pancasila merupakan ideologi negara dan yang biasa kita sebut sebagai ideologi Pancasila. Ideologi Pancasila memiliki ciri menyeluruh, yaitu tidak berpihak pada golongan tertentu, bahkan ideologi Pancasila yang dikembangkan dari nilai-nilai yang ada pada realita bangsa mampu mengakomodasikan berbagai idealisme yang berkembang dalam masyarakat yang sifatnya majemuk itu.

Ideologi Pancasila juga merupakan ideologi terbuka yang memiliki berbagai nilai yaitu nilai dasar yang bersifat universal yang tertuang dalam pembukaan UUD yang merupakan sumber hukum positif sehingga dalam negara berkedudukan sebagai ‘Staatsfundamentalnorm’ atau pokok kaidah negara yang fundamental. Yang kedua adalah nilai instrumental yang merupakan arahan, kebijakan, strategi sasaran serta lembaga pelaksanaannya yang senantiasa dilakukan secara reformatif. Dan yang ketiga adalah nilai praksis yaitu nilai yang bersifat nyata dan senantiasa berkembang.

Adapun Pancasila sebagai sistem filsafat merupakan suatu kesatuan organisasi yang artinya antara sila-sila Pancasila itu saling berkaitan, saling berhubungan bahkan saling mengkualifikasi. Dengan demikian, sistem tersebut memiliki ciri-ciri antara lain :

  1. Suatu kesatuan bagian-bagian, 2. Bagian-bagian tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri, 3. Saling berhubungan dan saling ketergantungan, 4. Kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan bersama, 5. Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks.

Dari penjelasan tersebut, sila-sila Pancasila merupakan sistem filsafat yang pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan organisasi yang bagian-bagian sila-silanya saling berhubungan erat dan kenyataan Pancasila yang demikian itu disebut kenyataan objektif . Yaitu bahwa kegiatan itu ada pada Pancasila sendiri terlepas dari sesuatu yang lain, atau terlepas dari pengetahuan orang.

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed