oleh

Tim Gabungan Ungkap Sabu 2 Kg dari Perairan Tawau-Sebatik

TARAKAN – Tim gabungan yang terdiri dari BNNP Kaltara, Bea Cukai Tarakan, Lantamal XIII, dan Polres Tarakan mengungkap peredaran sabu 2 kg di perairan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, 6 Oktober 2019.

Informasi adanya indikasi transaksi narkotika di perairan antara Tawau dan Sebatik ditindaklanjuti tim gabungan dengan melakukan penyelidikan. Petugas BNNP Kaltara bersama tim gabungan melakukan pengintaian di perairan Bunyu.

“Kita mendapati ciri-ciri pelaku dengan speedboat warna putih les hitam, kita kejar kita stop dan hentikan, ada 5 pelaku di dalam speedboat, selanjutnya kita periksa,” ungkap Kepala Kantor BNNP Kaltara Drs Herry Dahana memimpin press rilis, Jumat 18 Oktober 2019.

Inisial kelima pelaku, AN (35) motoris sebagai kepala speedboat warga Tarakan, IK (15) pengurus speedboat untuk mengambil sabu di perairan Malaysia antara Tawau dan Sebaik. EN (16) pengambil sabu, BY (20) dan AR (18) pengambil sabu untuk membantu EN mengedarkan sabu di Kaltara dan wilayah lainnya.

“Mereka mengaku habis transaksi sabu, kita bawa speedboat ke dermaga Malundung, kita geledah kita mendapatkan kemasan ini beratnya satu plastik 1 kg jadi ada dua kemasan berarti 2 kg. Untuk penelusuran lebih dalam kita sita barang bukti ini,” terang Herry.

Dalam kasus ini, BNNP Kaltara sudah mengantongi identitas seseorang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) hingga kini masih buron. Diduga kelima pelaku ini terlibat jaringan internasional karena ada kaitannya dengan negera tetangga.

“Kita masih lakukan pencarian saya sudah buatkan DPO. Kalau dia mengambil ke Malaysia berarti ini (jaringan) internasional, kita konsisten akan kita lakukan pengejaran DPO ini selama dalam wilayah Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Tarakan, Minhajuddin Napsah mengatakan barang bukti sabu dan kelima tersangka telah diserahkan kepada pihak BNNP Kaltara untuk dilakukan pengembangan lebih jauh.

“Barang bukti itu sekitar 2 kg ada dua kemasan satunya 971 gram dan kemasan yang satu lagi 1071 gram totalnya 2.042 gram dengan lima tersangka kita limpahkan ke BNNP,” ujarnya.

Perbuatan kelima pelaku disangka melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 sub pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang tentang narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, dan ancaman paling singkat 6 tahun. (*)

Reporter: Ramli
Editor : Nicky Saputra

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed