oleh

Mustari Sudah Niat Gelapkan Uang DP Pesta Pernikahan Sebesar Rp63 Juta

TARAKAN – Mustari, pria yang selama ini sempat menghebohkan kalangan Wedding Organizer (WO) di Tarakan, akhirnya ditetapkan polisi sebagai tersangka penggelapan uang. Pasalnya, pria yang ditangkap di Jakarta itu membawa kabur uang pesta pernikahan sebesar Rp63 juta.

Mustari sendiri diamankan Unit Jatanras Polres Tarakan, yang bekerjasama dengan Polda Metro Jaya, Sabtu 12 Oktober 2019 sekira pukul 21.00 WIB.

Setelah berhasil dibekuk, Mustari akhirnya diboyong kembali ke Tarakan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Diketahui, Mustari cukup lama menghilang dari Tarakan sejak Februari 2019 lalu.

Mustari cukup familiar di kalangan warga Tarakan. Tak lain karena Mustari adalah seorang MC yang cukup kondang, dan sering mengisi acara-acara besar di Tarakan maupun daerah lain di Kaltara.

Namun begitu, perjalanan karier Mustari tak semulus yang diinginkan. Saat menjalani bisnis WO inilah Mustari tersandung kasus dugaan penggelapan dan penipuan.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan, SH, S.Ik, M.Si melalui KBO Satreskrim IPTU Muhammad Aldi menuturkan, kasus ini dilaporkan oleh korbannya berinisial AR yang mempercayai MS sebagai WO di acara pernikahannya.

“AR mau nikah cari referensi wedding organizer yang sering dipakai di wilayah Tarakan, AR dapat informasi wedding organizer MS (Mustari) sering dan banyak digunakan di Kota Tarakan, 4 Februari 2019 korban menghubungi MS melalui WhatsApp konfirmasi tempat untuk Agustus dan MS mengatakan kapan pun bisa bertemu,” ungkap Aldi, Rabu 16 Oktober 2019.

19 Februari 2019, korban bertemu dengan Mustari di Cafe Circle untuk membahas konsep acara. Dari pertemuan itu mereka sepakat masalah dekorasi, alat ketering, sepasang baju pengantin, baju orang tua, dan undangan pada saat akad 13 Agustus 2019 di Balikpapan. Selain itu, MS meminta uang DP Rp63 juta dari korban.

“AR kirim uang ke rekening MS melalui transfer senilai Rp63 juta pada 11 Februari. Saat korban konfirmasi MS pada 24 Februari via WA tidak ada balasan dari MS, si korban mengetahui dari calon istri kalau MS sudah keluar dari Tarakan,” jelasnya.

Merasa ditipu oleh Mustari, akhirnya Unit Jatanras Satreskrim Polres Tarakan melakukan serangkaian penyelidikan untuk mencari tahu keberadaan Mustari. Walhasil, Mustaro dikabarkan telah bekerja di Jakarta sehingga mengetahui kabar itu anggota Unit Jatanras dari Tarakan langsung berangkat ke Jakarta.

“Kami tangkap di sana (Jakarta) dibantu anggota dari Polda Metro Jaya, dan kami tangkap Sabtu 12 Oktober jam 9 malam, selanjutnya untuk tersangka kami bawa ke Polres Tarakan dan dilakukan penahanan 13 Oktober ditahanan Polres Tarakan,” tandas Aldi.

Selama pelariannya di Jakarta, Mustari indekos di Kebon Kacang, Tanah Abang. Berdasarkan pengakuan Mustari kepada polisi, dirinya lari ke Jakarta memang sudah ada niat menggelapkan uang DP acara nikahan AR.

“Alasan ke Jakarta niatan bawa lari uang dan dia menjamin kerjaan di Jakarta. Uangnya (Rp 63 juta) masih dalam pendalaman, kami cek rekening MS dan saat diamankan dia cuma pegang uang 200 ribu,” pungkas Aldi.

Perbuatan MS disangka melanggar pasal 372 KUHP atau 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara. (raz/kik)

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed