oleh

DPRD Nunukan Sepakat Amrin Sitanggang Jadi Ketua BK

NUNUKAN – Pemilihan anggota Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan yang di gelar di ruang rapat paripurna DPRD Nunukan, Selasa 8 Oktober 2019 siang tadi tak berjalan mulus. Para wakil rakyat tersebut kembali ‘ribut’ mempersoalkan jalannya proses pemilihan.

Ribut-ribut itu makin tak terkendali usai seluruh fraksi menyetor 3 nama, yakni Ahmad Triady, Andre Pratama dan Amrin Sitanggang untuk dimasukkan di dalam tabel perhitungan suara. Hujan instrupsi pun terdengar. Sejumlah wakil dari fraksi di DPRD Nunukan mengeluarkan pendapatnya. Setelah beradu argumen cukup keras akhirnya disepakati voting untuk menentukan siapa Ketua BK.

Dari pantauan benuanta.co.id, peserta sidang menetapkan Ketua BK adalah Amrin Sitanggang (Partai Perindo), Wakil Ketua Andre Pratama (PBB), Sekretaris Ahmad Triady (Partai Hanura). Soal hasil ini, Hj Rahma Leppa meminta seluruh Anggota DPRD Nunukan fokus pada kerja berikutnya.

“Alhamdulillah semuanya lancar. Kita berdoa semoga kedepan langkah lembaga ini bisa makin baik dan optimis membawa kebaikan bagi masyarakat kita,” ungkap Hj Rahma Leppa saat ditemui di ruang kerjanya usai Rapat Paripurna pemilihan Anggota BK DPRD Nunukan.

Soal ‘ribut-ribut,’ dalam sidang tadi, Rahma Leppa tak mau menanggapinya berlebihan. Menurut dia, prosesi pemilihan Ketua BK maupun Alat Kelengkapan Dewan (AKD) lainnya punya tujuan mulia sehingga dinamika yang ada di dalam proses ini harus dihormati.

“Di alam demokrasi itu hal biasa. Intinya kan semua berjalan sesuai harapan kita semua. Kalau pun ada yang kurang, saya rasa muaranya sama, untuk kemajuan DPRD dan untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua 2 DPRD Nunukan, Burhanuddin SHi MM mengaku, hasil rapat pemilihan Anggota BK dan penetapan AKD yang digelar tadi siang cukup memuaskan. Soal ribut-ribut yang terjadi dalam sidang, kata dia, hanya mis komunikasi.

“Tadi memang ada kesalahan informasi dari Partai Keadilan Sejatera. Karena tadi yang jadi perdebatan kami, bisa diralat atau tidak diralat (usulan anggota BK dari PKS). Itu saja masalah kami. Kecil saja,” ungkapnya.

Dalam kesalahan informasi ini, kata Burhanuddin, Fraksi PKS sebenarnya mengusulkan nama Iin Anggraeni. Namun, dalam perjalanannya Fraksi PKS justru mengusulkan nama Andre Pratama. Setelah berdiskusi, mereka pun sepakat nama Andre Pratama tetap menjadi usulan mereka.

“Saya kita itu sudah berlalulah dan semua. Karena apapun yang terjadi di dalam itulah dinamika. Tidak ada masalah, aman saja tadi,” katanya seraya menekankan Badan Musyawarah (Bamus) segera rapat untuk menyusun jadwal untuk memulai langkah dan kerja DPRD Nunukan.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD 1 Nunukan, H Irwan Sabri SE MM menyampaikan, seluruh pihak di DPRD Nunukan telah sepakat dengan penetapan Anggota BK dan AKD DPRD Nunukan sehingga tidak perlu lagi dipersoalkan. Namun, diakuinya, pembahasan pemilihan Anggota BK tadi memang berlangsung tegang. Dia salah satu politisi yang bersuara lantang dalam sidang tersebut.

“Kalau kita di regulasinya, masing-masing fraksi mengusulkan anggotanya. Jadi, seharusnya 5 fraksi diusulkan 1 orang menjadi anggota badan kehormatan. Nah, 5 orang ini nanti akan menentukan siapa yang menjadi ketuanya. Tapi dalam sidang, cuma 3 orang. Sempat kami soal itu,” katanya.

Senada dengan koleganya, Ketua DPRD Nunukan dan Wakil Ketua 2 DPRD Nunukan, Irwan Sabri pun menekankan, tak ada lagi perdebatan soal AKD maupun lainnya. DPRD Nunukan, kata dia, sedang dihadapkan pada tugas penting lainnya. “Banyak tugas menunggu kita. Kita harus fokus,” imbuhnya. (*)

 

Reporter : Sultan

Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed