oleh

Peran Mahasiswa Nunukan Dalam Pilkada 2020

Oleh: Sahrijal

(Ketua Umum HMI Komisariat Nunukan 2016/2017)

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 tidak lama lagi akan diselenggarakan. Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 bahwa tahapan Pilkada serentak tahun 2020 akan dimulai pada tanggal 30 September 2019. Kabupaten Nunukan merupakan salah satu daerah dari 4 Kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Utara akan melaksanakan pilkada serentak tahun 2020.

Pilkada merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat sekaligus sebagai sarana aktualisasi masyarakat untuk memilih pemimpin daerah, dalam hal ini adalah Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Bupati dan Wakil Bupati. Kita mengharapkan pada pilkada serentak ini tidak hanya sebatas ajang seremonial belaka yang mengabaikan partispasi masyarakat.

Posisi masyarakat tidak hanya menjadi objek yang hanya menunggu hasil semata, melainkan sebagai subjek dalam pilkada yang berperan aktif untuk mengawal proses dan hasil Pilkada. Kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi ditandai oleh keterlibatannya dalam pilkada. Salah satu bentuk keterlibatan masyarakat dalam pilkada adalah dengan mengawasi proses pilkada.

Keterlibatan masyarakat untuk ikut aktif dalam mengawasi jalannya Pilkada bukan berarti pengawas pemilu tidak mampu melakukan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya, tapi dalam rangka untuk memperkuat dan memaksimalkan proses pengawasan agar hasil pilkada mendapatkan legitimasi dan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik.

Salah satu bagian penting dari masyarakat adalah mahasiswa. Mahasiswa yang dikenal sebagai agent of change dan alat kontrol sosial, memiliki peran yang strategis dalam Pilkada. mahasiswa harus memposisikan dirinya sebagai pengawal demokrasi dalam pilkada serentak tahun 2020 yang akan segera berlangsung.

Predikat agen perubahan yang melekat dalam diri mahasiswa tentunya tidak bisa pasif dalam menghadapi Pilkada. Suatu keharusan mahasiswa untuk bergerak aktif dengan memberikan kontribusi nyata dalam melakukan perubahan terhadap proses demokrasi yang ada di Kabupaten Nunukan, dengan melakukan edukasi politik kepada masyarakat dan terlibat dalam pengawasan pada seluruh rangkaian tahapan Pilkada 2020.

Mahasiswa Kabupaten Nunukan berjumlah kurang lebih sekitar 800 orang, yang berasal dari STIT Ibnu Khaldun Nunukan dan PDD Politeknik Negeri Nunukan. Tentunya hal ini akan menjadi kekuatan tersendiri dalam melakukan perubahan terhadap pilkada serentak jika mahasiswa mampu memainkan peranannya.

Mahasiswa Kabupaten Nunukan tidak boleh alergi terhadap politik, karena pembangunan Kabupaten Nunukan kedepannya sangat bergantung terhadap hasil Pilkada serentak nantinya. Memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui pilkada serentak dengan jalan berpartisipasi melalui pengawasan, adalah langkah tepat yang harus dilakukan oleh mahasiswa dalam menanggapi momentum Pilkada.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh Mahasiswa Kabupaten Nunukan untuk berpartispasi dalam Pilkada serentak tahun 2020, baik secara organisasi kemahasiswaan maupun secara individu.

Pertama, aktif berkoordinasi dengan penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU Kabupaten Nunukan dan Bawaslu Kabupaten Nunukan terhadap aturan-aturan pilkada yang kemudian disosialisakan kepada masyarakat. Tentunya hal ini sebagai pembelajaran bagi mahasiswa sendiri terhadap aturan-aturan pilkada dan juga salah satu langkah edukasi politik kepada masyarakat.

Kedua, aktif melaporkan kepada Pengawas Pemilu apabila menemukan dugaan pelanggaran pada tahapan Pilkada. Karena kewenangan untuk melakukan penindakan dugaan pelanggaran adalah Pengawas Pemilu. Sudah seharusnya mahasiswa tidak bisa tinggal diam apabila melihat pelanggaran-pelanggaran yang terjadi pada pilkada nantinya.

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed