oleh

Menuju SDM Provinsi Kaltara yang Unggul

Oleh : Muhamad Nour

(Praktisi Kebijakan Publik)

PRESIDEN RI, Joko Widodo yang visi pembangunan periode pertama pemerintahannya lebih banyak membangun investasi proyek infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, bandara dan lain-lain, pada pemerintahan kedua ini berkomitmen membangun investasi Sumber Daya Manusia (SDM). Komitmen ini juga sudah dituangkan dalam tema Kemerdekaan RI ke 74, yakni SDM Unggul, Indonesia Maju.

Saat ini kita hidup di era dimana semua bisa dilakukan dengan mudah dengan adanya kemajuan teknologi informasi. Teknologi sudah benar-benar mengubah dengan cepat cara orang hidup dan bekerja karena teknologi telah menciptakan berbagai alat dan aplikasi yang berguna, bahkan hanya dengan ujung jari.

Perubahan gaya hidup ini bisa dilihat dari kemudahan orang untuk: (1) berkomunikasi dengan berbagai platform aplikasi untuk pertemuan yang tanpa harus bertemu secara fisik, (2) pembayaran dengan cashless, tinggal tap atau gesek kartu, (3) berbelanja, baik makanan maupun barang, kita tak perlu lagi harus pergi ke toko atau rumah makan, cukup pesan lewat aplikasi. Termasuk beli tiket pesawat, pesan hotel, sangat mudah, (4) Ada berbagai platform film, musik yang mudah diakses di smartphone, baik oleh orang tua dan anak-anak, orang semakin jarang nonton TV analog maupun digital, bisa ditonton, dimanapun, kapanpun, dan (5) Kita bisa pesan transportasi online, yang menjemput dan mengantar kita hingga ke depan pintu rumah.

Sebuah laporan studi Bank Dunia “The World Development Report (WDR) 2019” yang berjudul The Changing Nature of Work yang mempelajari bagaimana cara bekerja sedang mengalami perubahan sebagai dampak positif dari kemajuan teknologi saat ini. Studi ini mengkonfirmasi bahwa dunia kerja secara konstan telah dibentuk ulang oleh kemajuan teknologi dimana banyak perusahaan mengadopsi cara baru produksi, skill yang dibutuhkan, perluasan pasar, dan perkembangan masyarakat.

Di studi lain oleh Microsoft berjudul “Asia Workspace 2020” menemukan banyak pekerja Indonesia merasa tidak dipersiapkan untuk memasuki era digital. Studi ini menyimpulkan bahwa para pemimpin harus meningkatkan kemampuan digital karyawan sehingga memberdayakan karyawan harus menjadi prioritas, untuk meningkatkan sistem, relasi dengan pelanggan dan melakukan perubahan didalam produk.

Sementara itu, Kemenristek telah membuat desain peta jalan menyiapkan SDM unggul menghadapi revolusi industri 4.0 melalui 5 aspek yaitu: (1) Pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, (2) Perubahan konten kurikulum yang berbasis kebutuhan dunia kerja dengan teknologi, data, dan ‘humanity’, (3) Sertifikasi kompetensi dan kreativitas lulusan juga menjadi fokus pengembangan SDM di perguruan tinggi diakui asosiasi industri nasional dan internasional, (4) Kolaborasi industri untuk meningkatkan relevansi kurikulum politeknik dan pendidikan vokasi dengan dunia industry, dan (5) Semangat kewirausahaan kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa sejak di bangku kuliah.

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed