oleh

Wacana PUBG Haram, Gamer Tarakan : Kami Waras

MUI TARAKAN TUNGGU KEPUTUSAN MUI PUSAT

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) punya wacana untuk mengharamkan game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) yang ramai dimainkan remaja dan pemuda saat ini. Hingga kini MUI masih melakukan kajian soal game PUBG.

Di Bumi Paguntaka, sejumlah masyarakat pun tidak ketinggalan menjadi penikmat game PUBG. Seperti warga Beringin, Selumit Pantai bernama Rijan. Dia menuturkan, wacana mengharamkan game online PUBG atau sejenisnya tidak relevan. Apalagi dihubungkan dengan kejadian di Selandia Baru.

Pada dasarnya peristiwa di Selandia Baru, kata Rijan, dilakukan oleh pelaku yang memang memiliki sifat ekstrem. Jadi, kalau dibilang pemicunya karena game, ia merasa tidak ada hubungannya. Karena sejak awal pelaku memiliki sifat ekstrem bagi pendatang yang datang ke Selandia Baru.

“Seharusnya tidak ada pemikiran untuk wacana mengharamkan game tersebut. Saya pikir tidak bijak, karena saat ini cabang olahraga eSports Indonesia sedang berkembang, salah satunya game PUBG. Bila wacana tersebut direalisasikan MUI, tentunya berdampak buruk pada olahraga eSports Indonesia,” jelas Rijan kepada benuanta.co.id.

Rijan menyarankan, keputusan yang bijak adalah memperketat lagi kepemilikan senjata api di Indonesia. Hal tersebut dilakukan pemerintah Selandia Baru pasca kejadian tersebut. Seharunya hal tersebut menjadi contoh, bukan malah mengharamkan dan mengambinghitamkan game dalam peristiwa New Zealand.

Senada dengan Rijan, Putra, warga Karang Anyar tidak setuju bila game PUBG diharamkan MUI. Ia berpendapat game itu tidak melanggar syariat agama. Bahkan tidak menginspirasi melakukan pembunuhan sebagaimana yang dikhawatirkan MUI. Karena ia anggap PUBG hanya permainan sebagai sarana hiburan.

“Lagian yang main pada waras dan tahu mana yang salah dan benar. Terlebih di Indonesia yang penggunaan senjata sangat dilarang bagi warga sipil. Lain cerita kalau di luar negeri. Sipil bebas pakai senjata,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MUI Kota Tarakan Syamsi Sarman, belum dapat memberikan komentar lebih jauh soal wacana MUI pusat tersebut. MUI Kota Tarakan masih menunggu keputusan MUI pusat. “Kita tunggu fatwa mui pusat, masih berproses,” singkatnya.(raz)

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed