oleh

Disdikbud Kaltara Bantu Korban Kebakaran dan Laka Kerja Siswa SMA/SMK

TARAKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyerahkan bantuan kepada 17 siswa SMA/SMK yang terkena musibah kebakaran di Pasar Batu, Jembes dan kecelakaan kerja.

Masing-masing siswa diberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 5,5 juta per siswa. Dana bantuan ini hasil donasi dilingkup Disdikbud Kaltara seperti sumbangan dari para pegawai, guru, pengawas, pengurus OSIS, hingga siswa di sekolah-sekolah sebagai bentuk empati kepada temannya yang menjadi korban.

Kepala Disdikbud Kaltara, Dr. H. Sigit Muryono mengatakan bantuan ini sebagai bentuk empati, maka didistribusikan kepada siswa kelas 1, 2 dan 3 yang terkena musibah secara merata per siswa. Sebanyak 16 siswa yang terdata sebagai korban musibah kebakaran dan 1 siswa kecelakaan kerja (tersengat listrik saat bekerja).

“Saya mengimbau teman-teman di seluruh cabang dinas pendidikan dan kebudayaan se Kalimantan Utara untuk berpartisipasi seikhlasnya, ternyata imbauan saya itu membuka hati mereka untuk bersama-sama merasakan empati, maka terkumpul sekitar Rp 103 jutaan, itu didistribusikan,” ungkap Sigit usai menyerahkan bantuan di Aula SMAN 1 Tarakan, Jumat 14 Februari 2020.

FOTO BERSAMA : Kepala Disdikbud Kaltara, Dr. H. Sigit Muryono melakukan foto bersama dengan pelajar yang menerima bantuan dari Disdikbud Kaltara.

Bahkan, menurutnya dari pihak Sekolah Luar Biasa (SLB) pun ikut memberikan bantuannya. “Dari SLB ada ikut kontribusi tapi saya minta ridhonya untuk didistribusikan kepada mereka, hari ini terkumpul anak-anak yang terkena musibah itu, kita berikan kepada mereka. Jangan dilihat jumlahnya, tapi lihatlah kebersamaan kita,” ujar Sigit.

Sigit mengharapkan pemanfaatan uang yang diberikan utamanya untuk keperluan pendidikan seperti membeli buku, alat tulis, sepatu, seragam yang mungkin ikut terbakar. Namun, dapat juga menyesuaikan kondisi ekonomi keluarga siswa yang menjadi korban.

“Untuk operasional sekolah utamanya itu, jika kondisi keuangan di rumah tidak memungkinkan silahkan diatur, kami berempati sasaran ini untuk keperluan sekolah,” ujarnya.

Sigit berpesan kepada para siswa gunakan waktu muda sebelum datang waktu tua, gunakan waktu sehat sebelum waktu sakit, gunakan waktu hidup sebelum datang ajal, gunakan waktu luangm sebelum datang waktu sibuk.

“Manfaatkan semuanya untuk kebaikan, jangan tunggu musibah baru tobat, barang siapa syukur nikmat, maka akan diberi nikmat lebih banyak, dan barangsiapa kufur nikmat maka Insyaa Allah siksa dari Tuhan lebih hebat. Anggap ini sebuah ujian kita introspeksi mungkin ada yang belum kita lakukan dengan semestinya, barang siapa lulus ujian maka akan naik kelas dan memperoleh rejeki yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramli

Editor : Nicky Saputra

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed