oleh

Perlu Sinergitas, Bea Cukai Komitmen Permudah Ekspor Produk UMKM di Kaltara

TARAKAN – Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Tarakan berkomitmen mempermudah upaya para penggiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Tarakan dan Kaltara melakukan ekspor produknya ke luar negeri.

Hal itu diungkapkan Kepala KPPBC TMP B Tarakan, Minhajuddin Nafsah usai acara Coffee Morning dan Customs Award 2020 di Aula Bea Cukai Tarakan. Menurutnya, upaya membantu UMKM mengekspor produknya menjadi concern Bea Cukai Tarakan karena Tarakan memiliki potensi tersebut.

“Kami melihat potensi Tarakan terbuka untuk ekspansi pasar, banyak pengusaha atau industri kecil menengah sebenarnya kalau digali lebih jauh lagi bisa meningkatkan devisa ekspor untuk Kaltara,” ungkap Minhajuddin.

Namun, yang tidak kalah pentingnya, para pihak terkait mesti duduk satu meja untuk memuluskan usaha UMKM di Tarakan dan Kaltara dapat melakukan ekspor produknya. Bea Cukai Tarakan siap memfasilitasi ekspor produk UMKM seperti pengurusan dokumen, registrasi, hingga pengapalannya.

“Apakah dari permodalan dari UMKM ini memenuhi, kemudian bagaimana menembus pasar, mereka juga harus punya potensial diluar. Apakah sudah terjalin dengan pembeli. Kami berharap ada sinergitas berbagai pihak,” jelasnya.

“Dari pemda, pemkot, bea cukai, instansi vertikal lainnya, perdagangan, Kadin, badan pom dan sebagainya kita duduk bersama supaya industri kecil menengah ini paling tidak bisa menembus pasar. Penetrasi dulu, saya rasa kalau sudah bisa penetrasi, seterusnya saya yakin ekspor dari Tarakan bisa kita pacu untuk tahun yang akan datang,” sambung Minhajuddin.

Diakui Minhajuddin, hingga saat ini belum ada data di Bea Cukai Tarakan UMKM yang melakukan ekspor walaupun peluang itu memang ada. Bahkan, dibutuhkan investor yang mau membeli produk UMKM di Kaltara.

Padahal, Bea Cukai Tarakan memiliki program kemudahan ekspor, tujuan ekspor. Dijelaskan Minhajuddin, terdapat biaya masuk untuk barang impor. Jika tujuan ekspor nanti dapat  dikombinasi dengan barang lokal sehingga dapat membebaskan biaya masuknya.

“Ini kemudahan, supaya produk akhir UMKM yang ada di Tarakan ini bisa bersaing, harga pokok produksinya tidak termasuk komponen impor lagi, fasilitas ini kami buka, dan bagi pengguna jasa atau calon eksportir bermunculan dari level bawah seperti UMKM ini sebisa mungkin kami rangkul dan bisa menjadi eksportir dikemudian hari nanti,” ujar dia.

“Salah satu pintu masuk dibidik saat ini adalah usaha kecil menengah ini, produksi kerajinan, hasil laut, olahan, dan itu skala tertentu bisa kita eskalasi untuk ekspor, bukan untuk konsumsi domestik. Saya rasa sektor ekonomi strategis di Tarakan ini bisa kita tingkatkan, ini untuk devisa ekspor dan ada juga (PAD) untuk daerah,” pungkas Minhajuddin. (*)

 

Reporter: Ramli

Editor : Nicky Saputra

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed