oleh

Kasus Kebakaran Meningkat, PMK Tarakan Minta Warga Tidak Lalai Terhadap Api

TARAKAN – Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) maupun rumah kerap kali terjadi karena kelalaian dari manusia. Hal itu tentu sangat merugikan jika tidak dicegah sedini mungkin, salah satunya warga harus paham dan mengerti bahaya api dari lingkungan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan, H. Eko P. Santoso, menjelaskan memasuki Januari dan Februari 2020 lebih dari 11 kejadian karhutla dan kebakaran pemukiman. Hal ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi PMK Tarakan.

“Kebakaran merupakan bencana sosial, karena dari hasil evaluasi kami baik kebakaran pemungkiman bangunan maupun lahan dan lainya sekali lagi ini disebabkan oleh faktor manusia,” ujarnya.

Mengenai hal itu, ia meminta warga harus mengetahui penanggulangan kebakaran yang bersifat pencegahan. Maka dari itu, pihaknya akan terus melakukan pemahaman kepada warga agar pengetahuan warga mengenai pencegahan kebakaran makin bertambah.

“Kita akan memperbanyak mitigasi kebakaran karena melalui mitigasi ini, kita akan tingkatkan kapasitas dan kompotensi semua lapisan termasuk masyarakat itu sendiri. Agar masyarakat memiliki kemampuan baik pengetahuan dan keterampilan untuk tidak melakukan tindakan yang akan menjadi pemicu terjadinya kebakaran itu sendiri,” tuturnya.

Agar kelalaian manusia terhadap kebakaran tersebut tidak terjadi, ia mengimbau kepada warga jika ingin membakar di suatu lahan agar memperhatikan risiko yang akan terjadi. Misalnya, membakar sampah di lahan dan membiarkan api menjalar ke lahan lainnya. Hal ini tentu akan berakibat fatal.

Sebaiknya, warga yang membakar sampah atau lainnya di lahan terbuka lebih memperhatikan penyebaran api. Jika sampah yang dibakar telah habis terbakar, sebaiknya dipadamkan dan dipastikan tidak ada api di tempat yang terbakar.

“Bagitu juga di rumah, warga harus memperhatikan nyala api dari lilin atau benda lainnya seperti arus listrik. Biasanya kebakaran di rumah disebabkan kelalaian dari dua faktir tersebut,” tandasnya.

Ia juga mimnta warga meningkatkan kewaspadaan bahaya kebakaran lahan maupun rumah. Dengan meningkatkan mitigasi kebakaran, maka warga sudah turut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran.

Bila terjadi kebakaran, warga diharapkan segera melaporkan ke pihaknya melalui call center 112 atau malaui pesawat PMK 0551-21113. Pemadaman api ketika terjadinya kebakaran tergantung kecepatan warga melaporkan.

“Insya Allah kami akan selalu siap siaga dan akan tetap mengutamakan pelayanan time respon sebagai standar kinerja PMK. Untuk radius 15 km kejadian kebakaran maka PMK tidak boleh lebih dari 15 menit. Kecepatan kami tergantung masuknya laporan yang kami terima,” terangnya. (*)

Reporter : Hamka Bhumi Perkasha

Editor      : Nicky Saputra

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed