oleh

Wahai Para Pengetap, Ini Ancaman Polisi Jika Tidak Insaf

TANJUNG SELOR – Meski telah mengamankan 23 unit motor pengetap di SPBU Sengkawit, kini petugas kepolisian terus melakukan penyelidikan. Diungkapkan Kapolres Bulungan AKBP Yudhistira Midyahwan, para pemilik kendaraan telah didata dan diberikan sanksi.

“Karena kendaraan yang digunakan tidak sesuai standar, maka kita berikan penilangan,” ungkapnya kepada benuanta.co.id, Rabu 12 Februari 2020.

Setelah itu pihaknya mengecek surat kendaraan, dan ditemukan masih banyak yang tidak sesuai. Sehingga petugas meminta agar dikembalikan ke bentuk standarnya. Terutama tangki yang dimodifikasi untuk diubah ke tangki standar.

“Kita juga sudah buatkan surat pernyataan, ubah ke bentuk standar dan akan kita musnahkan yang modifikasi itu,” jelasnya.

Yang telah dipanggil sebanyak 14 orang pemilik kendaraan dan sisanya masih akan dipanggil. Saat ini semuanya masih sebatas interogasi. “Akan dipanggil lagi karena datanya sudah ada sama kita,” ucapnya.

Tak sampai di situ, operasi masih akan dilaksanakan. Jika masih ditemukan adanya pengetap, baik roda dua maupun roda empat, maka akan disikat. “Kita akan buat jera para pengetap ini,” bebernya.

Hasil penyelidikan juga akan mengarah pada bengkel yang kerap membuat tangki modifikasi. Karena model tangki melebihi kapasitas, bisa dua kali lipat dari tangki standar. “Pihak bengkel juga akan kita panggil untuk minta keterangan,” jelasnya.

Sementara 2 mobil yang diamankan, diserahkan kepada Sat Reskrim Polres Bulungan untuk melanjutkan prosesnya. Ini untuk mengungkap apakah sering mengisi BBM berulang-ulang berkali-kali. (*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed