oleh

Transfer Uang Tanpa Persetujuan Nasabah, MayBank Tarakan Diputuskan Bersalah

TARAKAN – Pegadilan Negeri Tarakan melakukan persidangan putusan terhadap MayBank Tarakan dan nasabahnya, Rabu (12/2/2020) pagi. Persidangan itu digelar lantaran nasabah MayBank merasa dirugikan atas kesalahan yang dilakukan MayBank Tarakan, karena melakukan transfer ke rekening orang lain tanpa sepengetahuan nasabah.

Nasabah MayBank Tarakan yang merasa dirugikan tersebut bernama Lili Ayong Sunarko yang merupakan warga Tarakan. Kasus ini terungkap setelah nasabah yang bersangkutan mendownlod aplikasi sms banking untuk melakukan pengecekan jumlah tabungannya.

Persidangan putusan itu dipimpin oleh Herbert G. Uktolseja SH, sebagai Ketua Majelis Hakim dan dihadiri oleh Melcky Johny Otoh, SH dan Kurnia Sari Alkas, SH sebagai hakim anggota. Menyatakan Maybank Tbk dianggap bersalah dengan melakukan transaksi pengiriman dana ke rekening orang lain, tanpa persetuajuan dan tanpa sepengetahuan nasabahnnya.

Mengenai hal itu, hakim memutuskan Maybank Tbk harus membayar kompensasi terhadap nasabahnya yang dirugikan, yakni Lili Ayong Sunarko sebesar Rp1 miliar lebih. Mengingat korbannya bukan saja menderita kerugian material, namun juga kerugian lainnya yang tidak bisa dinilai dengan uang.

Ditemui benuanta.co.id usai menjalani persidangan, Kuasa Hukum Lili Ayong Sunarko, Dr Alex Chandra SH, SE, MHum mengatakan PT. Maybank terbukti telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan pemindahbukuan atau transfer tidak atas perintah nasabahnya, yakni Lili Ayong Sunarko selama 5 tahun. Total ganti ruginya yang harus dibayar PT. Maybank Tbk sebesar Rp1,5 miliar kepada penggugat.

Menurut Dr. Alex Chandra SH, SE, Mhum, sebelumnya kliennya berusaha untuk menemui manajemen Maybank Tbk untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Kliennya hanya meminta dananya yang telah ditransfer ke rekening orang lain untuk segera diganti. Manajemen Maybank Tbk yang waktu itu mengakui adanya kesalahan system bank terlihat tidak serius untuk mengganti uang kliennya yang telah hilang.

“Awalnya niat klien saya baik ya, tidak mau ribut maunya diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi pihak bank tidak serius untuk menyelesaikan persoalan ini. Tiba-tiba saja branch managernya di ganti. Yang lama dipindahkan dan yang baru malah tidak mengerti apa-apa, sepertinya tidak ada koordinasi. Karena tidak ditanggapi secara serius, akhirnya klien saya menempuh jalur hukum,” tegas Dr. Alex Chandra SH, SE MHum, yang juga Advokat sekaligus konsultan hukum yang berkantor di Kampung Satu Skip ini.

Dr. Alex Chandra SH,SE MHum menyatakan sangat puas dengan putusan Hakim Pengadilan Negeri Tarakan yang dinilai sangat adil memutuskan perkara ini. Diharapkannya jika manajemen Maybank dapat bertanggung jawab sesuai dengan kesalahan yang diperbuat, yakni mengangganti kerugian kliennya sebagai Nasabah Maybank Tbk.

Sementara itu, saat coba untuk dikonfirmasi salah satu kuasa Hukum Maybank, Yudi Akhiruddin SH, dan dua lainnya menolak untuk memberikan keterangan dengan alasan belum inkrah. “Ini belum inkrah, nantilah ya saya komentar untuk saat ini belum bisa,” katanya sambil terburu-buru pergi. (*)

 

Reporter : Ronny Meranda

Editor      : Nicky Saputra

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed