oleh

Berlangsung Dramatis, Tim Padma Sat Sabhara Polres Nunukan Bekuk Bandar Sabu

MINTA DIBEBASKAN, PERSONEL KEPOLISIAN SEMPAT DISOGOK UANG RP80 JUTA

NUNUKAN – Tim Padma Sat Sabhara Polres Nunukan berhasil menangkap bandar sabu di Kampung Durian, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan. Pengungkapan tersebut berjalan dramatis. Sebab, para pengedar sabu sempat kejar-kejar dengan personel kepolisian saat hendak dibekuk.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro,Sik, MH melalui Kasubag Humas Polres Nunukan, IPTU M Karyadi mengatakan Tim Padma Sat Sabhara Polres Nunukan, menindak lanjuti temuan hasil patroli sebelumnya.

Setelah melakukan pengintaian terhadap terduga pelaku yang sudah terindikasi sebagai kurir peredaran narkoba untuk memasarkan pemilik sabu yang cukup terkenal di Nunukan bahkan luar Nunukan.

“Tim Padma menemui keberadaan salah satu kurir peredaran narkoba, sehingga dilakukan pengintaian dan pembuntutan. Saat itu, pelaku sedang mengendarai sepeda motor sendiri ke arah Sedadap Nunukan Selatan, tepatnya Kampung Durian, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan selatan,” kara Karyadi kepada benuanta.co.id, Selasa (11/2/2020).

Saat itu terlihat pelaku menghampiri atau mendatangi salah satu pondok (rumah kebun) yang berada di tengah kebun masyarakat setempat. Dengan kondisi medan serta situasi tidak memungkinkan untuk membuntuti sepeda motor tersebut.

Kasat Sabhara memutuskan untuk berjalan kaki bersama dengan dengan anggota di tengah hutan yang semak belukar, jalan yang belum pernah dilewati manusia bahkan sebelum mendekati pondok, Tim Padma melakukannya dengan cara merayap sekitar 200 meter untuk mencapai pondok tersebut.

“Pada saat menggerebek pondok tersebut, ada beberapa organg dan semuanya kaget hingga melompat dari pondok berusaha melarikan diri, saat menyadari kedatangan Polisi (Tim Padma) termasuk orang yang dibuntuti,” jelasnya.

Saat itu juga terjadi pergelutan dengan Katim Padma, setelah pelaku dikuasai dan ditaklukkan, dilakukan penggeledahan badan dan ditemukan serbuk putih nenyurupai kristal diduga sabu sebanyak 3 set dalam kemasan plastik bening transparan, yang dikemas dalam bungkusan rokok dan ditemukan uang tunai sebanyak Rp. 400.000 dalam saku celana pelaku atas nama Saharuddin alias Ciling.

Ciling pun dibawa naik ke atas pondok untuk menunjukkan barang bukti lainnya dan ditemukan sebanyak 7 dek bungkusan kecil plastik bening transparan yang berisi serbuk putih sabu, alat hisap (bong), timbangan digital elektrik dan barang lainnya.

“Sedangkan yang lari diketahui atas nama Jabuk, Herman, Andai, merupakan warga Sedadap,” ujarnya.
Setelah diamankan Ciling dari tempat kejadian perkara (TKP) tiba-tiba hendepone (HP) Ciling berdering panggilan dari Nober, sehingga tim Padma memerintahkan Ciling untuk mengangkat telepon tersebut.

Ciling dengan Nober melakukan percakapan yang mana pada saat itu Ciling menyampaikan bahwa ia telah di tangkap oleh pihak kepolisian, pada saat sedang mengemas sabu-sabu. Pada saat itu Nober meminta kepada Ciling agar berunding atur damai dengan pihak kepolisian dengan tujuan tidak memperpanjang kasus.

“Ciling menyampaikan kepada Tim Padma bahwa Nober sanggup membayar uang tunai berupa DP ke Tim Padma, saat itu juga sebesar Rp20 juta, sedangkan sisanya Rp80 juta, akan diantar sebelum matahari terbit, olehnya Tim Padma berunding untuk memancing agar Nober muncul, maka tim mengiyakan permintaannya, dan disepakati lah bertemu di Jalan Sei Sembilan dengan menyerahkan uang Rp20 juta,” bebernya.

Sesuai waktu kesepakatan jadwal dan tempat bertemu, datanglah Amrillah Alias Ulla (45) mengendarai sepeda motor Yamaha Soul GT 125 Nomor polisi KT 4222 SW dan langsung menemui Tim Padma yang telah ditunjuk dan seketika itu, tim langsung muncul dan menyergap orang tersebut.
“Uangnya Rp 20 juta yang bapak minta sudah saya bawa dan simpan dibahu jalan sambil menunjuk ke arah letak uang, yang dikemas kantong plastik hitam. Kenapa saya di tangkap, uangnya sudah saya antar,” jelas Ulla kepada pihak kepolisian.

SOGOK : Amrillah alias Ulla pria yang meyogok polisi agar rekannya tidak ditangkap.

Setelah itu Ulla sambil berontak lalu loncat dari atas motornya, kemudian berlari meloloskan diri namun sudah dihadang oleh Kasat Sabhara dan personel lainnya. Pada saat itu sudah dapat diamankan ia mengaku bawah ia adalah Ulla. Setelah itu, dilanjutkan pencarian ke rumah Nober dan tempat-tempat yang diduga sebagai tempat persembunyiannya namun hingga saat ini belum dapat diketahui keberadaannya.

“Nober ini ada kaitannya dengan peredaran narkoba milik Ulla yang akan dipasarkan oleh Ciling,” tuturnya.

Berdasarkan pengakuan Ciling, pada Jum’at 07 Februari 2020 sekira pukul 20.00 hingga 21.30 wita, di kediaman Ulla pada saat itu melakukan serah terima barang sabu-sabu milik Ciling ke tangan Ulla untuk dipasarkan. Pada saat itu juga disaksikan oleh Nober.

“Kita mau menangkap Nober pada saat adanya perundingan melalui sambungan telepon, agar atur damai namun pada saat atur damai disepakati, ternyata yang datang mengantar uang damai sebagai DP tersebut adalah Amrillah alias Ulla,” tutupnya.

Setelah pengejaran panjang itu, para tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Nunukan untuk diamankan guna tindakan penyelidikan lebih lanjut. (*)

Barang bukti yang diamankan dari Saharuddin alias Ciling :
– 3 set ukuran sedang bersisi serbuk putih sabu-sabu
– 7 Dek bungkusan kecil berisi serbuk putih sabu
– 1 buah timbangan digital elektrik
– 1 buah alat hisap (bong) dengan perangkatnya,
– 1 buah tas pinggangg kecil tanpa tali warna hitam merek UGZG,
– 3 buah Hendphone
– 3 buah gunting
– 3 buah penjepit
– 1 bundel kemasan plastik bening

Barang bukti yang disita dari Amrillah alias Ulla :
– Uang Tunai Rp 20.258.000
– 2 Unit HP
– 1 Unit sepeda motor Yamaha Soul GT 125 nomer polisi KT 2422 SW

Reporter: Darmawan
Editor : Nicky Saputra

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed