oleh

Dorong Kaltara Jadi Tuan Rumah HPN, Datu Iskandar: Harus Persiapkan Diri 3-5 Tahun ke Depan

BANJARMASIN – Hari ini, Ahad 9 Februari menjadi acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang digelar di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). HPN yang dilaksanakan setiap tanggal 9 Februari ini digelar bergantian di provinsi yang ada di Indonesia.

Tahun depan, tuan rumah penyelenggaraan HPN 2021 adalah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), setelah ditetapkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Banyak daerah yang ingin menjadi tuan rumah pelaksanaan HPN. Sebab banyak dampak positif yang dirasakan saat menjadi tuan rumah kegiatan akbar para insan pers tanah air ini. Bahkan Provinsi Kaltara pun menjadi salah satu daerah yang tak ingin membuang peluang tersebut.

Seperti disampaikan Ketua PWI Kaltara, Datu Iskandar Zulkarnaen, Provinsi Kaltara sangat berpeluang menjadi penyelenggara HPN. Dirinya pun sangat mendukung jika itu bisa terlaksana. Sebab banyak dampak positif yang akan dirasakan daerah.

Seperti meningkatkan perekonomian warga Kaltara, menjadi ajang promosi wisata di Kaltara, dan dampak positif lainnya. “Benar, dampaknya sangat besar untuk daerah. Salah satunya dari ekonomi Kaltara,” terang Datu kepada benuanta.co.id.

Namun untuk menjadi tuan rumah HPN, jelas Datu, yang pertama semua stakeholder harus bulatkan tekad dan satu suara. Baik dari pemerintah daerah maupun DPRD. Sehingga semua bisa saling mendukung untuk menyukseskan acara. Salah satunya dukungan dari segi anggaran, hingga pemenuhan infrastruktur.

Sebab peserta yang hadir dalam kegiatan ini jumlahnya mencapai ribuan orang dari seluruh Indonesia. Jika Kaltara ingin menjadi tuan rumah, maka yang penting untuk disiapkan adalah akomodasi.

“Tanjung Selor bisa itu, tapi tidak dalam waktu dekat. Perkiraan saya 3 atau 5 tahun kedepan baru bisa,” kata Datu.

Dalam waktu 3-5 tahun kedepan itu Kaltara harus bisa menyiapkan diri. Seperti menyediakan hotel atau penginapan untuk menampung peserta dan undangan yang sangat banyak, maupun infrastruktur lain.

Untuk itu, pihaknya berencana mendiskusikan hal itu dengan Pemerintah Provinsi Kaltara serta instansi lainnya. “Banyak dampak positif yang kita dapat jika menjadi tuan rumah pelaksanaan HPN. Seperti hotel penuh terisi, UKM-UKM laris, transportasi, pariwisata, dan masih banyak lagi. Apalagi kita provinsi baru, HPN ini bisa menjadi wadah untuk memperkenalkan Kaltara ke luar,” jelas Datu.

Ditambahkan Sekretaris Umum PWI Kaltara, Mansyur Adityo, pelaksanaan HPN ini digilir di 34 provinsi, plus PWI Solo. Dengan demikian, Kaltara pun berpeluang menjadi tuan rumah. Tinggal kesiapan dari provinsi tersebut untuk menggelar acara.

34 provinsi berpeluang jadi tuan rumah, tinggal kesiapannya, kaltara juga berpeluang, target 2024.

“Tuan Rumah HPN ini selalu jadi rebutan provinsi, karena banyak dampak positif yang diperoleh. Jika provinsi itu tidak siap, maka akan disambar provinsi lain. Contoh Kalsel ini sebenarnya alternatif, karena Sumut yang awalnya terpilih menyatakan tidak siap, makanya Kalsel langsung menyambar,” katanya.

Jika 2021 bakal dilaksanakan di Sultra, maka pada 2022 ada dua daerah yang sudah berebut menjadi tuan rumah. Yakni Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Jawa Barat (Kabar). Penetapan siapa tuan rumah, akan dilakukan di rapat pleno PWI Pusat. “Hasilnya akan disampaikan satu tahun sebelumnya, yakni di acara HPN juga,” kata Mansyur.

Kaltara, kata Mansyur, berpeluang menjadi tuan rumah. Namun kesiapan harus dilakukan mulai sekarang. “Target 2024 Kaltara bisa menjadi tuan rumah,” tutupnya.(*)

Reporter : M. Yanudin
Editor: M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed