oleh

Pemkab Nunukan dan Anggota MPR RI Beri Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan di Perbatasan

NUNUKAN – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) perwakilan Kaltara, Asni Hafid memberikan pemahaman empat pilar kebangsaan. Yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, kepada pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum di perbatasan. Kegiatan sosialisasi itu dilaksanakan di Ballroom Hotel Laura.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Setkab Nunukan, Muhammad Amin SH yang mewakili Bupati Nunukan. Juga Ketua DPR Kabupaten Nunukan, TNI-Polri dan Karang Taruna.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Setkab Nunukan, Muhammad Amin SH

Disampaikan Muhammad Amin SH, sebagai warga negara Indonesia, mesti mendukung empat pilar kebangsaan dan wajib untuk diketahui. Karena empat pilar kebangsaan membentuk karakter sebagai anak bangsa.

“Bahwa negara Indonesia berdiri berdasarkan negara kesatuan yang membentuk republik. Sehingga empat pilar kebangsaan, baik itu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, maupun negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Penting untuk penambahan wawasan kita di daerah perbatasan, apalagi bagi pelajar,” kata Amin, Kamis (6/2/2020).

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Nunukan sangat mendukung dengan diberikannya pemahaman empat pilar kebangsaan kepada pelajar dan masyarakat di Kabupaten Nunukan.

Anggora MPR RI Asni Hafid

Negara Indonesia berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) nasional, jumlah suku bangsa yang ada sebanyak 1.128 suku di Indonesia. Ini merupakan terbanyak di dunia, dan jumlah pulau yang ada di Indonesia yaitu sebanyak 16.056 pulau. Tapi dengan Sumpah Pemuda, maka dari berbagai suku, bahasa dan pulau, menjadi satu. Yakni satu bangsa dan satu bahasa Indonesia.

Selain itu, Asni Hafid sebagai Anggota MPR RI perwakilan Kaltara menjelaskan, empat pilar kebangsaan ini disosialisasikan dengan tujuan, agar penyelenggara negara atau kelompok masyarakat memahami dan mengerti nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan.

Tanpa gerakan nasional pemasyarakatan dan pemberdayaan, empat pilar ini akan luntur pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Eksistensi dan perannya dari waktu ke waktu akan semakin memudar. Yang pada akhirnya akan berpengaruh pada penyelenggara negara dan kelompok masyarakat itu sendiri.

“Saya berharap kepada seluruh peserta sosialisasi yang hadir pada hari ini, agar mempergunakan kesempatan ini dengan baik dalam memahami empat pilar kebangsaan yang ada di negara kita,” tutur Asni.(*)

 

Reporter: Darmawan

Editor: M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed