oleh

Dua Bulan, 2 Orang Tewas di Lubang Tambang Sekatak

POLRES BULUNGAN WARNING MASYARAKAT TAK DEKATI LOKASI KARENA BERBAHAYA

TANJUNG SELOR – Setelah melakukan penertiban tambang emas ilegal di Kecamatan Sekatak beberapa hari lalu, Polres Bulungan pun terus mengawasi dan memantau setiap titik yang sudah ditertibkan. Hal ini lantaran lokasi tambang itu tidak ada izin untuk melaksanakan eksploitasi.

“Jadi selama saya menjabat 2 bulan, sudah ada 2 nyawa yang meninggal dalam lubang. Di bulan Desember dan Januari tertimbun dalam lubang,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Yudhistira Midyahwan kepada benuanta.co.id, Selasa 4 Februari 2020.

Karena sifatnya masih peringatan, maka para penambang diimbau tidak mendekati lokasi tambang. Adapun peralatan yang ditemukan langsung diamankan, agar tidak ada alasan bagi pemilik untuk kembali.

“Alat berat yang beroperasi saat kita ke sana sudah tidak ada. Tujuan kita itu menyelamatkan nyawa juga, di sana sangat berbahaya,” jelasnya.

Jika operasi kemarin tak berefek, maka pihaknya akan kembali melaksanakan operasi yang bisa membuat jera para penambang, yakni berupa penindakan hukum.

Alasan kedua karena aktivitas itu menyebabkan kerusakan alam berupa pencemaran air, pasalnya posisi tambang berada di gunung. Maka airnya mengalir ke area tambang dan sungai serta mata air. “Karena tak jarang penambang menggunakan bahan kimia sehingga mencemari air,” ujarnya.

Polres Bulungan juga hingga saat ini belum mendapatkan laporan korban dari bahan kimia merkuri. Karena memang efek yang ditimbulkan itu terlihat dalam jangka panjang.

“Dampak merkuri itu sebenarnya tidak langsung dan biasanya dalam waktu lama yang terlihat pada keturunan berupa cacat,” ujar Yudhistira.

Selain masyarakat Sekatak, didapati juga para penambang dari luar Kalimantan. Di antaranya dari Ternate, Manado, Gorontalo, serta daerah lainnya.

“Jadi di sana campur yang melakukan tambang. Karena di sana itu untung-untungan tidak semua dapat, tapi karena biasanya satu dapat maka menjadi berita buat yang lain,” bebernya.

Sementara itu, untuk pengecekan ke lokasi Polres Bulungan akan memerintahkan personelnya setiap beberapa hari untuk melihat lokasi. Jika didapati aktivitas penambangan barulah dilakukan operasi. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed