oleh

Pemkab Siap Buka Lahan untuk Petani dan Support Bibit

NUNUKAN – Kebutuhan masyarakat terhadap sembako seperti beras maupun  bahan dapur seperti bawang dan cabai, menjadi alasan Pemerintah Kabupaten Nunukan terus menggenjot pertanian di Nunukan. Salah satu solusi yang dilakukan yakni meningkatkan produksi melalui pencetakan lahan sawah yang tidur maupun lahan yang tidak digarap.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Masniadi mengatakan, cabai yang ada di wilayah Nunukan tentu lebih segar dibandingkan yang didatangkan dari Sulawesi.

“Cabai lokal yang ada di Nunukan juga tidak menggunakan pengawet, namun cabai dari luar kita tidak tahu, karena kita tidak pernah melakukan pengecekan,” kata Masniadi kepada benuanta, Rabu (29/1/2020)

Ia juga berharap agar masyarakat Nunukan bisa memanfaatkan atau menggunakan cabai yang segar, selain itu petani juga tidak dianjurkan untuk menggunakan pestisida yang berlalu berlebihan. Apa lagi saat ini cabai yang sedang mengalami kenaikan, ini bukan persoalan di daerah Nunukan saja.

“Kalau cabai naik pasti naik semua itu, karena penjualannya lintas  daerah, karena bisa mendatangkan dari daerah luar. Kalau kita lombok lokal stabil saja karena bisa kita lihat di pasar. Inflasi itu salah satunya penyumbang nya adalah cabai,” ujarnya.

Ini merupakan satu rangakaian yang harus dibangun dan saling mendukung. Ia mencontohkan, salah satunya pupuk kandang yang biasa diambil dari kotoran ternak ayam, jika ternak ayam berkembang, otomatis akan tersedia pupuk kandang. Apa bila persediaan itu besar, otomatis biaya itu bisa ditekan, sehingga petani juga bisa membeli.

Ada tiga komoditi yang dianjurkan untuk dikembangkan di daerah Nunukan. Yaitu padi, cabai dan bawang merah. Ini merupakan prioritas untuk kedepannya sehingga bisa surplus.

“Karena target kita bukan hanya konsumsi dalam daerah, namun mau keluar, persiapan untuk ibu kota. Jalan satu-satunya adalah pembukaan lahan dan akan digratiskan. Untuk mendukung itu, kedepannya baik benih dan bibit kita juga support,” jelasnya.

Lanjut dia, pihaknya juga akan mencari petani yang benar-benar mau bekerja, tidak hanya sekedar mendapatkan bantuan setelah batuan tidak ada dia setop.(*)

 

Reporter: Darmawan

Editor M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed