oleh

TKI yang Dideportasi ke Nunukan Banyak Tidak Memiliki KTP

NUNUKAN – Banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi ini ke Indonesia, salah satunya karena tidak memiliki dokumen keimigrasian. Sehingga terjadilah penangkapan dan dipulangkan ke Idonesia.

PMI yang dipulangkan ini banyak yang tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP). Sebab, banyak yang lahir di Malaysia dan tidak membuat identitas.

“Kita melihat banyaknya PMI yang dipulangkan ini bukan berasal dari warga Kabupaten Nunukan, melainkan warga luar Nunukan,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nunukan Ahmad, kepada benuanta.co.id, Selasa (28/1/2020).

Lanjut dia, sebelum pembuatan paspor atau dokumen keimigrasian, seharusnya terlebih dahulu harus melengkapi dokumen kependudukan, ini yang mereka tidak miliki. Sehingga memilih jalur tikus.

PMI yang dideportasi ke wilayah Nunukan ini ditampung sementara di rusunawa. Selama ditampung, PMI ini akan diberikan pembekalan dengan beberapa materi. Baik dari Disdukcapil Nunukan, Imigrasi, TNI Polri dan instansi terkait. Agar paham prosedur yang sah dan tidak melewati jalur secara ilegal.

“Mereka ini pergi ke Malaysia, tidak memiliki dokumen secara resmi, sehingga dianggap ilegal. Jika namanya ilegal bekerja tidak nyaman, tidak tenang, dan was-was terus, ini adalah salah satu risikonya,” jelasnya.

Ahmad berharap agar PMI yang akan berpergian ke luar negeri melengkapi dokumen keimigrasian yang didasari dengan dokumen kependudukan. Selain itu, proses kembalinya mereka harus secara resmi.

“Sedangkan PMI yang membuat KTP harus kita lihat terlebih dulu, kita akan lakukan sesuai prosedur yang ada. Dan tidak lasung menerbitkan begitu saja,” imbuhnya. (*)

 

Reporter: Darmawan

Editor: M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed