oleh

Seleksi Bawaslu Kaltara, 47 Orang Mendaftar di Timsel

SELEKSI PERTAMA AKAN DIAMBIL 24 PESERTA

TANJUNG SELOR – Seleksi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Utara telah berjalan sejak 4 hingga 14 Januari 2020. Dalam seleksi itu, yang mendaftar sebanyak 47 orang dan telah memasukkan berkas.

“Kita sudah melaksanakan seleksi administrasi, dari 47 orang itu satu orang dinyatakan gugur. Karena usianya tidak sampai 35 tahun yang sudah disyaratkan,” ungkap Sekretaris Tim Seleksi (Timsel), Suryana kepada benuanta.co.id, Selasa 28 Januari 2020.

Dari puluhan peserta itu, terbanyak berasal dari Bulungan, yakni sebanyak 19 orang, Tarakan ada 14 orang, Kabupaten Tana Tidung sebanyak 3 orang, dari Nunukan ada 8 orang, serta Malinau ada 2 orang.

“Peserta terbanyak adalah laki-laki, jumlahnya ada 36 orang dan perempuan 10 orang,” sebutnya.

Hari ini juga sedang dalam pemeriksaan berkas, dan besoknya tanggal 29 Januari 2020 dilaksanakan pengumuman yang lolos sesuai rangking nilai. Untuk tahap seleksi berkas ini, akan diseleksi menjadi 24 orang. Yakni 3 kuota yang akan diambil, dikali 8 orang. “Yang kita butuhkan 24 orang, otomatis akan ada yang tersisihkan,” jelasnya.

Ke 24 orang ini nantinya akan melaksanakan tes tertulis berupa tes CAT. Dalam tes tertulis itu, nanti akan disaring lagi menjadi 12 orang, setelah itu selesai tes wawancara yang kembali menyusut menjadi 6 orang.

“Setelah itu ke 6 orang ini baru melaksanakan fit and proper test di Bawaslu RI di Jakarta,” ucapnya.

Ditambahkan anggota Timsel, Ahmad Muthohar mengatakan, peraturan Bawaslu dalam juknis rekrutmen itu, dalam seleksi administrasi itu berdasarkan instrumen penilaian. Salah satu indikator perangkingan seperti keabsahan berkas.

“Instrumen itu juga seperti spesifikasi pendidikan misalnya S1 dan S2 itu pasti indeksnya beda,” ucapnya.

Kemudian dari pengalaman pernah menjadi penyelenggara. Lalu indikator peserta ini ada karya tulis tentang kepemiluan dan opini publikasi serta pemantauan kepemiluan. “Ada 4 poin yang menjadi nilai tambah bagi pendaftar,” bebernya.

Pendaftar sendiri, kata dia, ada dari ASN, akademisi, swasta, mantan penyelenggara pemilu dan dipastikan hanya orang dari Kaltara saja yang bisa ikut.

“Tidak ada dari luar daerah, itu harus dibuktikan dengan KTP dari Kaltara,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi
Editor : M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed