oleh

Kecukupan Gizi di Kaltara Masih di Bawah Standar Nasional

Oleh : Kiky Claudia Nawaji, SST

(Statistisi Pertama – BPS Kota Tarakan)

 

PADA 25 Januari lalu, kita memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) yang ke-60. Kementerian Kesehatan menyebutkan slogan HGN kali ini adalah “Ayo jadi milenial sadar gizi”. Hal ini bertujuan agar masyarakat, terutama milenial sadar akan pentingnya gizi optimal dalam mewujudkan sumber daya manusia berkualitas.

Saat ini Indonesia sedang dihadapkan dengan masalah “triple burden” yaitu stunting dan wasing yang masih tinggi. Penyebab dari kondisi tersebut salah satunya adalah masalah gizi. Gizi yang cukup akan membuat hidup sehat dan berkualitas. Sebaliknya, jika gizi kurang akan membuat tubuh mudah sakit.

Tingkat kecukupan gizi dapat dihitung dari besarnya kalori dan protein per kapita per hari menggunakan standar rekomendasi dari hasil Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) ke-11 tahun 2018. Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan bagi bangsa Indonesia adalah 2.100 kkal dan 57 gram protein per kapita per hari.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2019, rata-rata konsumsi per kapita per hari penduduk Kalimantan Utara sebesar 2.006,92 kkal, belum berada di atas standar kecukupan nasional. Sedangkan untuk konsumsi protein sebesar 64,59 gram, sudah berada di atas standar kecukupan konsumsi nasional.

Selain dilihat dari kecukupan kalori dan protein, kecukupan gizi yang dianjurkan untuk dipenuhi dalam pola makan sehari-hari adalah konsep gizi seimbang. Dr. Monique C. Widjaja, MGizi, SpGK – Dokter Spesialis Gizi Klinis dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang menjelaskan bahwa konsep gizi seimbang merupakan makanan yang dikonsumsi memenuhi unsur-unsur zat gizi yang lengkap (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air dan serat) dalam jumlah cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan, dan sesuai untuk kebutuhan tubuh.

Kemenkes RI menganjurkan pola gizi seimbang yang dapat diterapkan dalam “Isi Piringku” yang terdiri sayur dan buah 1/2 piring, lauk pauk 1/3 dari 1/2 piring, dan makanan pokok 2/3 dari 1/2 piring.

Faktanya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui pedoman gizi seimbang dalam penerapan pola makan sehari-hari dan masih menggunakan pola 4 sehat 5 sempurna. Padahal, slogan lama ini sudah tidak dipakai lagi karena tidak ada ketentuan porsi makan dalam sehari.

Masyarakat Indonesia masih mengutamakan konsumsi makanan pokok dan mengenyampingkan konsumsi sayur dan buah. Padahal, konsumsi makanan pokok yang berlebih kurang baik untuk kesehatan karena berisiko obesitas yang dapat mendatangkan berbagai penyakit.

Sedangkan sayur dan buah kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh setiap hari dan dapat mengurangi risiko penyakit kanker, sumber utama antioksidan, melancarkan pencernaan, melawan penyakit, serta mengurangi resiko obesitas.

Angka rekomendasi konsumsi sayur dan buah menurut Kemenkes RI (rujukan dari WHO) adalah 400 gram/kapita/hari yang terdiri dari 250 gram sayur (setara dengan 2 ½ gelas sayur setelah dimasak dan ditiriskan) dan 150 gram buah (setara dengan 3 buah pisang ambon ukuran sedang atau 1 ½ potong pepaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukuran sedang).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2019, rata-rata konsumsi buah dan sayur di Kalimantan Utara sebesar 167,67 gram per kapita per hari, terdiri dari 99,65 gram sayur dan 68,02 gram buah, tidak ada setengah dari standar yang ditetapkan.

Tidak hanya di Kalimantan Utara saja, ternyata rendahnya konsumsi sayur dan buah ini terjadi di seluruh provinsi di Indonesia. Rata-rata konsumsi per kapita sehari sayur dan buah penduduk Indonesia belum mencapai angka yang direkomendasikan, yaitu hanya 209,89 gram yang terdiri dari 119,79 gram sayur dan 90,10 gram buah.

Rendahnya konsumsi sayur dan buah serta masih kurangnya tingkat kecukupan gizi di Kalimantan Utara ini patut menjadi perhatian bersama. Kesadaran ini dapat dimulai dari diri sendiri dengan mengubah pola kebiasaan makan sehari-hari. Mulailah dengan mengurangi nasi dan menambah sayur dan buah dalam piring makanmu sesuai pedoman “Isi Piringku”. Ajaklah teman sekitar kita untuk memulai pola gizi seimbang agar hidup sehat dan berkualitas.

Marilah kita, dalam peringatan Hari Gizi Nasional ke-60 ini, menjadi generasi yang peduli akan pentingnya gizi dalam kehidupan sehari-sehari untuk kelanjutan generasi yang lebih baik lagi.(*)

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed