oleh

Segera Dilantik, KKB Tarakan Siap Jadi Wadah Warga Bulukumba

DR AZIS SPI MSI : KKB HADIR UNTUK MENGHARGAI KERUKUNAN DAN KEBERAGAMAN

TARAKAN — Peran warga Bulukumba dalam pembangunan tak bisa diabaikan. Mereka juga turut andil di berbagai sektor pembangunan, bahkan dampaknya dapat dirasakan hingga sekarang. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kerukunan Keluarga Bulukumba (KKB) Kota Tarakan, Dr Aziz SPi MSi kepada benuanta.co.id belum lama ini.

“Ada yang jadi dosen di Borneo (Universitas Borneo Tarakan), ada 3 orang. Kemudian, ada beberapa orang di swasta (pengusaha). Baru-baru ini salah satu owner atau pemilik usaha 93 Variasi di Kampung Satu yang viral itu adalah putra Bulukumba. Dia mempekerjakan beberapa warga. artinya, warga Bulukumba telah membuka lapangan pekerjaan. Itulah salah satu andil kita dalam pembangunan,” ungkapnya.

Tak sampai di situ, lanjut Azis, warga Bulukumba yang tersebar di sepanjang bibir pantai Kelurahan Pantai Amal umumnya adalah petani rumput laut. Sebagiannya juga ambil peran sebagai pengusaha yang mengelola usaha rumput laut disana. “Itulah sumbangsih yang tidak kita sadari dari warga Bulukumba. Ada yang perawat, dokter, pejabat juga ada, wartawan, guru dan lainnya juga ada, banyak. Karena warga Bulukumba memang bermental kuat dalam bekerja,” katanya.

Namun, terlepas dari kerja kerasnya ikut membangun daerah, warga Bulukumba di tanah perantauan masih ada yang belum mendapatkan haknya sebagai warga negara. Untuk mengatasi hal itu, Azis menyebut, pembentukan KKB Kota Tarakan harus dilakukan untuk menjawab seluruh persoalan yang dihadapi warga Bulukumba.

Dijelaskan Azis, organisasi ini sebenarnya sudah dibentuk beberapa tahun lalu. Namun seiring berjalannya waktu, DPC KKB Kota Tarakan urung dilantik lantaran ada persoalan teknis. Barulah tahun lalu sejumlah tokoh Bulukumba di Kota Tarakan berkumpul untuk melancarkan pembentukan dan pelantikan DPC KKB Kota Tarakan.

“Sebenarnya, pelantikan dilakukan Desember tahun lalu. Karena atas permintaan Bupati Bulukumba (AM Sukri Sappewali), maka diundur pelantikannya. Insyaallah tanggal 8 Februari pelaksanaannya,” ungkap pria berkacamata ini.

Tidak hanya DPC Kota Tarakan, dalam prosesi pelantikan yang digelar di Kabupaten Nunukan ini juga akan dilantik pengurus DPC KKB Bulungan, DPC KKB Nunukan, DPC KKB Malinau dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) KKB Kaltara. Selain Bupati Bulukumba dan rombongan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba, juga akan hadir Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KKB yang jumlahnya 6 orang. Kenapa seluruh DPC dan DPW dilantik di Nunukan?

“Karena Nunukan yang paling banyak warga Bulukumba. Di Tarakan, sesuai data yang masuk kurang lebih 3 ribu orang. Nunukan itu terbanyak di Kaltar,” bebernya.

Lebih jauh dikatakan Dosen di Fakultas Perikanan UBT ini, selain menjadi wadah silaturahmi dan gotong royong, KKB juga fokus pada kegiatan sosial dan budaya serta memfasilitasi warga jika mendapat kesulitan dalam pengurusan administrasi dan lainnya. Salah satu kegiatan yang sudah dilaksanakan baru-baru ini adalah membantu warga Bulukumba yang belum mengurus KTP lantaran umumnya mereka adalah eks pekerja di Malaysia.

“Mereka tidak tahu mau kemana. Ya sudah, ada kita, KKB. Alhamdulillah, berkat bantuan KKB, ada beberapa warga kami sudah memiliki KTP. Yang kedua, adalah kartu jaminan kesehatan. Kartu jaminan kesehatan ini difasilitasi Pengurus KKB melalui program jaminan kesehatan gratis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara maupun melalui Pemkot Tarakan maupun pusat,” bebernya.

Azis pun berharap, setelah pelantikan DPC KKB Kota Tarakan, seluruh pengurus langsung menggelar rapat kerja untuk menentukan langkah KKB kedepan. Dalam kerjanya nanti, KKB Kota Tarakan juga harus menyesuaikan dengan sejumlah program yang dijalankan Pemkot Tarakan. Apa pemikiran pemerintah daerah kita akan breakdown ke bawah, KKB bisa berperan di mana, jadi kita bisa masuk ke sana,” ujarnya.

Yang kedua, harapnya, warga Bulukumba yang bermukim di wilayah pesisir perlu ada koperasi. Koperasi ini dinilai penting untuk membantu meningkatkan kesejahteraan warga. “Tidak memnutup kemungkinan juga warga lain bisa bergabung di situ (koperasi). Kita tidak membatasi harus warga Bulukumba. Tetapi penggeraknya adalah warga Bulukumba,” jelas Azis.

Lantas apa pemikiran KKB Kota Tarakan soalbudaya? Azis menjelaskan, sama halnya dengan paguyuban lainnya, KKB juga sangat menghargai budaya. “Ada beberapa (budaya) seperti gandrang, pakaian adat, ada tarian Pabbitte Passapu. Selama ini, kalau ada karnaval kita tidak pernah tampil. Nah kedepan, kita akan tunjukkan bahwa budaya Bulukumba ini juga ada dan nanti bisa dilihat di Tarakan,” imbuhnya.

Terlepas dari semangat membangun KKB dan budayanya, Azis menekankan pentingnya KKB tampil untuk memberikan perannya kepada bangsa ini. KKB juga dibentuk untuk meningkatkan dan mempererat jalinan kerjasama dan persatuan antar budaya dengan kerukunan lain di Indonesia, seperti Dayak, Tidung, Bugis, Jawa, NTT, Buton dan suku lainnya. “Karena sudah jelas arahnya, KKB hadir untuk menghargai kerukunan dan keberagaman yang selama ini sudah terjaga. KKB hadir bukan untuk menunjukkan gaya, tapi untuk sama-sama menghargai dan ikut bersama-sama membangun bangsa ini,” tegasnya. (*)

 

Editor: M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed