oleh

Lambung SB Malinau Express yang Retak Murni Kecelakaan

TARAKAN – Speedboat (SB) Malinau express IX Gt 17 yang berangkat dari Malinau tujuan Tarakan, Senin 20 Januari 2020 lalu, mengalami kecelakaan di daerah tanjung tiram. Yakni lambung speedboat mengalami keretakan.

Dari hasil pemeriksaan fisik petugas Marine Inspector, ditemukan ada keretakan sekitar 40 cm di bagian bawah sebelah kanan tengah kapal. Diduga dari keretakan itulah sehingga air masuk sampai ke geladak atau ruang penumpang.

Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada KSOP Tarakan, Syahruddin menerangkan, nakhoda kapal tersebut sudah mengarungi Tarakan-Malinau selama kurang lebih 10 tahun, salah satu yang dikhawatirkan oleh setiap nakhoda adalah kayu atau batang yang terkadang timbul-tenggelam.

“Ini di luar dari kemampuan nakhoda, karena kayu yang timbul-tenggelam tidak bisa diprediksi kapan kayu atau batang itu muncul,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Selasa 21 Januari 2020.

Namun setiap nakhoda sudah diimbau untuk selalu berhati-hati. “Sungai tersebut terbilang merupakan daerah dengan banyak kayu-kayu kecil yang hanyut, apalagi kalau air surut atau hujan,” tambahnya.

Saat ini speedboat sudah diidentifikasi oleh petugas Marine Inspector KSOP kelas III Tarakan. Untuk sementara speedboat tidak dapat beroperasi dan diintruksikan untuk segera dilakukan perbaikan agar aspek laik laut terpenuhi baik secara fisik maupun administrasi.

“Sehingga dapat melayari Tarakan, Malinau dalam mengangkut dan melayani masyarakat yang akan bepergian dengan menggunakan transportasi laut,” terangnya.

Sejauh ini dari tim pemeriksa kecelakaan kapal KSOP Kelas III Tarakan belum menemukan adanya kelalaian nakhoda dalam standar profesi membawa kapal. Tapi murni musibah yang menurut sang nakhoda di luar dari kemampuannya untuk memantau kayu atau batang yang timbul tenggelam yang dapat membahayakan kapal.

“Kami selalu berpesan kepada setiap awak kapal khususnya nahkoda agar lebih berhati-hati lagi, lebih jeli lagi terhadap benda yang berada di sekeliling kapalnya, yang dapat mengancam keselamatan kapal dan penumpang,” tutupnya.(*)

 

Reporter: Matthew Gregori Nusa

Editor: M. Yanudin

Bagaimana menurut Anda berita ini
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
loading...
Loading...

Komentar

News Feed